Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Indonesia Ekspor Petai ke Jepang dari Perhutanan Sosial

Selasa, 29 Oktober 2024
A A
Ekspor komoditas hasil Hutan Non Kayu dari KPS KTH Sukobubuk Rejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah di Jakarta, 29 Oktober 2024. FOTO PPID KLHK.

Ekspor komoditas hasil Hutan Non Kayu dari KPS KTH Sukobubuk Rejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah di Jakarta, 29 Oktober 2024. FOTO PPID KLHK.

Share on FacebookShare on Twitter

Agar hutan dapat dimanfaatkan dan tetap lestari, pengelolaan perhutanan sosial tidak terlepas dari tiga aspek, yaitu kelola sosial, kelola kawasan dan kelola usaha. Hingga kini, Capaian Perhutanan Sosial telah mencapai seluas sekitar 8.018.575 Ha. Luasan itu terdiri dari 10.952 unit SK Persetujuan Pengelolaan Perhutanan Sosial untuk penerima manfaat sebanyak 1.385.998 KK yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia, kecuali DKI Jakarta.

Baca Juga: Upaya Restorasi Lahan Gambut dengan Teknologi Paludikultur

Dari KPS yang telah mendapatkan SK, kemudian membentuk unit bisnis Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS). Saat ini telah terbentuk 14.671 KUPS dengan 116 komoditas yang terdiri dari Hasil Hutan Kayu sebanyak 3,55 persen, Hasil Hutan Bukan Kayu 82,47 persen, dan Jasa Lingkungan 13,98 persen.

Dalam pengelolaan perhutanan sosial, pola agroforestri merupakan model yang paling tepat karena memberikan banyak manfaat dan keuntungan. Salah satunya dapat meningkatkan tutupan lahan dan dapat menghasilkan komoditas Hasil Hutan Bukan Kayu, seperti : petai, jengkol, cabai, jagung, kopi, kemiri, minyak kayu putih, empon-empon, dan sebagainya.

Pelepasan ekspor komoditas agroforestry dari KPS Sukobubuk Rejo ke Jepang difasilitasi oleh PT. Asha Nouva International Indonesia dengan Sariraya Co. Ltd Japan. Kedua perusahaan ini telah bekerjasama dengan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Kementerian LHK. [WLC02]

Sumber: PPID KLHK

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: hasil hutan bukan kayuhasil hutan kayujasa lingkunganKelompok Perhutanan Sosialkelompok tani hutankomoditas petai

Editor

Next Post
Gunung api Egon di Sikka, NTT. Foto Bappelitbangda Sikka.

Keunikan Geopark Vulkanik Purba di Sikka dan Budayanya

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media