Minggu, 27 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Indonesia Ekspor Petai ke Jepang dari Perhutanan Sosial

Selasa, 29 Oktober 2024
A A
Ekspor komoditas hasil Hutan Non Kayu dari KPS KTH Sukobubuk Rejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah di Jakarta, 29 Oktober 2024. FOTO PPID KLHK.

Ekspor komoditas hasil Hutan Non Kayu dari KPS KTH Sukobubuk Rejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah di Jakarta, 29 Oktober 2024. FOTO PPID KLHK.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) Kelompok Tani Hutan (KTH) Sukobubuk Rejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah telah mengekspor komoditas agroforestry ke Jepang yang dihasilkan dari areal seluas sekitar 100 hektare. Komoditas tersebut didominasi petai sebanyak 500 kilogram yang diekspor bersama komoditas Hasil Hutan Bukan Kayu lainnya berupa jengkol, cabai rawit orange, cabai merah keriting, cabai rawit hijau, daun salam, bunga pepaya, kelapa parut, nangka muda rebus dan daun singkong rebus.

Total kuantitas ekspor mencapai 9 ton (1 kontainer 20 feet) dengan nilai transaksi ekonomi sebesar Rp989 juta. Produk petai yang dihasilkan merupakan hasil dari program Kebun Bibit Rakyat (KBR) Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) sebagai bentuk kolaborasi bersama pemulihan lahan Rehabiltasi Hutan dan Lahan (RHL).

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengklaim ekspor komoditas dari program perhutanan sosial dan rehabilitasi lahan ini membuktikan hutan bisa menjadi sumber kesejahteraan rakyat dan menjadi tulang punggung swasembada pangan nasional.

Baca Juga: Subejo, Pencapaian Swasembada Pangan Butuh Kebijakan Tepat

“Jadi hutannya tetap lestari, masyarakatnya sejahtera dari hasil hutan yang akan menjadi bagian dari swasembada pangan,” kata Raja Juli saat melepas ekspor komoditi agroforestry kelompok perhutanan sosial ke Jepang, di Jakarta, Selasa, 29 Oktober 2024.

Program Perhutanan Sosial merupakan salah satu kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi pengangguran dan menurunkan tingkat kemiskinan. Caranya dengan memberi akses kelola kawasan hutan yang diberikan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan dalam bentuk KPS selama 35 tahun.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: hasil hutan bukan kayuhasil hutan kayujasa lingkunganKelompok Perhutanan Sosialkelompok tani hutankomoditas petai

Editor

Next Post
Gunung api Egon di Sikka, NTT. Foto Bappelitbangda Sikka.

Keunikan Geopark Vulkanik Purba di Sikka dan Budayanya

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media