Minggu, 29 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Indonesia Klaim Punya Potensi Tenaga Hidro 95 GW untuk Energi Terbarukan

Selasa, 31 Oktober 2023
A A
Presiden Jokowi saat pembukaan World Hydropower Congress 2023 di Bali. Foto Dok. BPMI Setpres.

Presiden Jokowi saat pembukaan World Hydropower Congress 2023 di Bali. Foto Dok. BPMI Setpres.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Presiden Joko Widodo menyatakan Indonesia berkomitmen penuh mempercepat transisi energi melalui penambahan energi baru terbarukan (EBT) dalam skala besar karena Indonesia kaya potensi energi hijau. Berdasarkan hitungan, potensi energi hijau Indonesia diperkirakan mencapai 3.600 gigawatt, baik yang bersumber dari matahari, angin, panas bumi, arus laut, ombak, bioenergi, dan hidro.

Terkait potensi hidro, Indonesia memiliki lebih dari 4.400 sungai yang potensial. Sebanyak 128 di antaranya adalah sungai besar, seperti Sungai Mamberamo di Papua yang memiliki potensi 24 ribu megawat. Juga Sungai Kayan di Kalimantan Utara memiliki potensi 13 ribu megawatt yang akan digunakan untuk sumber listrik Green Industrial Park di Kalimantan.

“Ini adalah potensi besar yang bisa kami manfaatkan untuk masa depan bumi dan masa depan generasi penerus,” kata Jokowi saat membuka World Hydropower Congress (WHC) 2023 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kabupaten Badung, Bali pada 31 Oktober 2023.

Baca Juga: Masuk Pancaroba, BMKG: Waspada Hujan Lebat hingga Hujan Es

Lebih lanjut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menjelaskan, Pembangkit Listrik Tenaga Hidro telah berkontribusi bagi sistem ketenagalistrikan Indonesia lebih dari 100 tahun. Ada potensi tenaga hidro sebesar 95 Gigawatt (GW) yang dimiliki Indonesia. Kapasitas yang telah terpasang mencapai 6,7 GW. Pada 2030, pengembangan pembangkit tenaga hidro ditargetkan mencapai lebih dari 10 GW. Selanjutnya akan ditingkatkan mencapai 72 GW sampai 2060. Sementara, untuk pumped storage akan mencapai 4,2 GW.

“Peran tenaga hidro dinilai semakin penting dalam upaya percepatan transisi energi Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060,” kata Arifin dalam Pembukaan Sesi Plenary pada WHC 2023.

Pemerintah saat ini memprioritaskan pengembangan transmisi super grid untuk meningkatkan konektivitas antarpulau. Lebih penting lagi untuk mendorong pemanfaatan sumber energi hidro dan energi terbarukan lainnya di Indonesia.

Baca Juga: Masyarakat Gunakan Air Tanah 100 Meter Kubik per Bulan Harus Berizin

“Tenaga hidro adalah salah satu energi terbarukan yang dapat digunakan sebagai baseload. Juga jadi solusi bagi intermitensi dari variabel energi terbarukan, seperti tenaga surya dan angin, pada jaringan listrik,” tutur Arifin.

Beberapa proyek pembangkit listrik tenaga hidro yang tengah dibangun di Indonesia adalah PLTA Jatigede berkapasitas 110 Megawatt (MW) dan PLTA Asahan (174 MW) yang ditargetkan mencapai Commercial Operation Date (COD) pada 2024. Kemudian PLTA Peusangan 1 dan 2 (88 MW) serta PLTA Merangin (350 MW) yang akan COD pada 2025, serta PLTA Batang Toru (520 MW) yang akan COD pada 2026 mendatang.

“Untuk meningkatkan peran tenaga hidro pada sistem kelistrikan, Indonesia juga mengembangkan pumped storage pertama, Upper Cisokan yang berkapasitas 1.040 MW. Itu memanfaatkan aliran air Sungai Cisokan, Jawa Barat,” ujar Arifin.

Baca Juga: Kebakaran Gunung Merbabu Mencapai Luas 489 Hektar

Pemerintah juga berencana untuk mengembangkan industri hijau di Kalimantan dengan memanfaatkan tenaga hidro. Terdapat dua proyek tenaga hidro berskala besar yang sedang disiapkan, yakni PLTA Kayan dengan kapasitas 9.000 MW yang akan menyuplai listrik untuk industri manufaktur. Selanjutnya PLTA Mentarang berkapasitas 1.375 MW yang akan memberikan suplai listrik untuk industri.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: energi baru terbarukanKementerian ESDMnet zero emissionspembangkit listrik tenaga hidroPLTAWorld Hydropower Congress

Editor

Next Post
Ilustrasi gelombang di laut. Foto Kanenori/pixabay.com.

BRIN Kembangkan LESus untuk Kaji Peristiwa Ekstrem di Laut

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media