Rabu, 12 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Masuk Pancaroba, BMKG: Waspada Hujan Lebat hingga Hujan Es

Senin, 30 Oktober 2023
A A
Ilustrasi hujan. Foto PublicDomainPictures/pixabay.com.

Ilustrasi hujan. Foto PublicDomainPictures/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta seluruh masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem pada masa peralihan (pancaroba) dari musim kemarau ke musim penghujan.

“Cuaca ekstrem berpotensi besar terjadi selama musim peralihan. Mulai dari hujan lebat disertai petir dan angin kencang serta hujan es,” ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam live webinar bertema “Kapan Musim Hujan akan Datang?” yang diselenggarakan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 28 Oktober 2023.

Dwikorita menjelaskan, saat msa peralihan, arah angin bertiup sangat bervariasi. Akibatnya, kondisi cuaca bisa tiba-tiba berubah dari panas menjadi hujan atau sebaliknya. Biasanya, cuaca pagi hari cerah, kemudian siang hari mulai tumbuh awan, dan hujan menjelang sore hari atau malam.

Baca Juga: Masyarakat Gunakan Air Tanah 100 Meter Kubik per Bulan Harus Berizin

Dwikorita menyebut salah satu pertanda cuaca ekstrem adalah kemunculan awan Cumulonimbus (CB) yang biasanya tumbuh saat pagi menjelang siang. Bentuknya seperti bunga kol, warnanya ke abu-abuan dengan tepian yang jelas. Menjelang sore hari, awan tersebut akan berubah menjadi gelap, kemudian dapat menyebabkan hujan, petir dan angin.

Waspada Bencana Hidrometeorologi Basah
Sementara prediksi awal musim hujan 2023/2024, umumnya terjadi pada bulan Oktober – Desember 2023, yaitu sebanyak 477 Zona Musim (ZOM) atau 68,2 persen. Sementara puncak musim penghujan umumnya diprakirakan pada bulan Januari – Februari 2024, yaitu sebanyak 385 ZOM atau 55,1 persen.

Baca Juga: Kebakaran Gunung Merbabu Mencapai Luas 489 Hektar

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: awan CumulonimbusBencana HidrometeorologiBMKGhujan esmusim pancarobaPrakiraan Musim Hujan 2023-2024Puncak musim hujan

Editor

Next Post
Presiden Jokowi saat pembukaan World Hydropower Congress 2023 di Bali. Foto Dok. BPMI Setpres.

Indonesia Klaim Punya Potensi Tenaga Hidro 95 GW untuk Energi Terbarukan

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media