Baca juga: Atasi Pencemaran Racun Pestisida Sungai Cisadane dengan 10 Ribu Liter Eco Enzyme
Upaya pencegahan campak
IDAI menyerukan kepada seluruh orangtua, tenaga kesehatan, dan pemerintah untuk bergerak bersama dalam upaya kejar imunisasi. Tidak ada alasan untuk menunda lagi karena campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, ensefalitis, bahkan kematian.
IDAI juga menginstruksikan seluruh dokter anak untuk meningkatkan surveilans Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), terutama campak dan rubella dengan melaporkan setiap kasus ke dinas kesehatan setempat melalui sistem measles-case based surveillance.
“Kematian akibat campak adalah kematian yang seharusnya tidak terjadi. Kami memiliki alat pencegahan yang aman, efektif, dan tersedia gratis di fasilitas kesehatan,” kata Piprim.
Aspek komunikasi dan edukasi masyarakat menjadi pilar penting dalam rekomendasi ini. IDAI mendorong seluruh tenaga kesehatan baik dokter umum maupun dokter spesialis anak yang telah mengikuti pelatihan Immunization champion untuk aktif memberikan edukasi tentang bahaya campak dan komplikasinya yang dapat berakibat fatal, baik melalui praktik sehari-hari maupun media sosial.
Baca juga: TPST Bantargebang Longsor Lagi, Alarm Keras Pengelolaan Sampah Open Dumping
Pemerintah telah menyediakan vaksin, tenaga kesehatan siap melayani, sekarang tinggal kesadaran dan kepedulian bersama sebagai bangsa. IDAI siap mendukung penuh upaya pemerintah dan masyarakat dalam memberantas campak dari Indonesia.
“Mari lindungi anak-anak Indonesia dari campak. Jangan tunda imunisasi, jangan abaikan gejala, dan jangan ragu untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika ada tanda-tanda penyakit,” tegas Piprim.
Berikut langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat. Pertama, Kejar imunisasi, yakni melengkapi imunisasi rutin yang tertinggal, terutama campak rubela bagi setiap anak berusia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun. Para nakes juga perlu dipastikan telah mendapatkan imunisasi MR/MMR lengkap.
Baca juga: Vaksinasi Penting karena Campak Cepat Menular dan Ada Risiko Jangka Panjang
Kedua, Penguatan kapasitas dan ketersediaan faslitias laboratorium diagnostic campak dan rubella untuk mendukung kegiatan surveilans dan penegakan diagnosis.
Ketiga, Penguatan tata laksana kasus campak. Tata laksana campak bersifat suportif dan simptomatik, belum ada antivirus spesifik.
Keempat, Lakukan upaya pengendalian infeksi dan isolasi pasien campak di RS.
Kelima, Peningkatan surveilans PD3I terutama campak dan rubella.
Keenam, Komunikasi dan edukasi masyarakat, para stakeholder tentang bahaya penyakit campak dan komplikasi yang dapat fatal. Setiap anggota IDAI dapat melakukannya, terutama Immunization champion yang telah dilatih sebelumnya atau pun anggota IDAI yang giat di media sosial. [WLC02]







Discussion about this post