Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Atasi Pencemaran Racun Pestisida Sungai Cisadane dengan 10 Ribu Liter Eco Enzyme

Selasa, 10 Maret 2026
A A
Upaya pemulihan Sungai Cisadane dari pencemaran pestisida dengan ecoenzym. Foto KLH/BPLH

Upaya pemulihan Sungai Cisadane dari pencemaran pestisida dengan ecoenzym. Foto KLH/BPLH

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Salah satu upaya pemulihan Sungai Cisadane yang tercemar pestisida, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, bersama Generasi Muda Buddhis Indonesia (GEMARBUDHI) menuangkan 10.000 liter eco enzyme dalam galon ke aliran Sungai Jeletreng yang merupakan anak Sungai Cisadane. Aksi ini menjadi simbol nyata partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Penuangan eco enzyme merupakan bagian dari upaya tanggap pemerintah terhadap pencemaran Sungai Cisadane akibat kebakaran gudang pestisida milik PT Biotek Saranatama pada 9 Februari 2026 lalu. Senyawa organofosfat yang masuk ke sungai bersifat toksik bagi biota perairan, sehingga menyebabkan kematian ikan massal sepanjang 41 kilometer hingga Teluk Naga.

Baca juga: TPST Bantargebang Longsor Lagi, Alarm Keras Pengelolaan Sampah Open Dumping

KLH/BPLH telah mengambil langkah pengamanan sisa bahan kimia, memasang garis pengawasan PPLH, menegakkan hukum pidana dan perdata, serta menyiapkan bioremediasi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) apabila kandungan pestisida di sedimen masih tinggi.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: eco enzymeKLH/BPLHRacun PestisidaSungai Cisadane

Editor

Next Post
Ilustrasi gagal panen. Foto ID 12019/pixabay.com.

Kemarau Panjang, Pendampingan Penyuluh Pertanian untuk Mitigasi Risiko

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media