Wanaloka.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghentikan suplai obat HIV, Malaria dan Tuberkulosis ke negara berpenghasilan rendah. Langkah Trump untuk membekukan bantuan dan pendanaan AS mulai 20 Januari 2025 juga berdampak pada Indonesia.
Menurut Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair), Ernawaty, kebijakan Trump ini berdasar pada konsep mengutamakan Amerika atau yang disebut “American First”.
“Namun pembekuan bantuan dan pendanaan tersebut dievaluasi karena kemungkinan besar berpengaruh pada banyak negara, khususnya negara miskin,” kata Ernawaty, Kamis, 6 Februari 2025.
Baca juga: Penting Pengetahuan Karakteristik Lokasi Wisata Tujuan untuk Cegah Kecelakaan
Dampak secara global
Kebijakan itu dapat berefek pada banyak program kesehatan dan pendidikan yang bergantung pada bantuan AS melalui USAID. Dengan berhentinya bantuan ini, berisiko pada kesinambungan penanggulangan penyakit seperti HIV dan AIDS, Tuberculosis dan Malaria.
Penghentian bantuan ini juga bisa memicu pemutusan hubungan kerja bagi tenaga profesional yang terlibat dalam proyek tersebut. Ini bukan hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada stabilitas ekonomi lokal yang mengandalkan proyek-proyek tersebut.
“Ini menunjukkan efek yang ditimbulkan dapat meluas ke bidang lainnya,” ungkap dia.
Baca juga: Waspada Siklon Tropis Sepekan, Gelombang Tinggi Hingga 6 Meter
Hati-hati ketergantungan
Sementara Indonesia telah memperoleh diversifikasi sumber hibah kesehatan yang tidak hanya bergantung pada AS. Selaras dengan pernyataan Menteri Kesehatan yang menyebut dalam bidang kesehatan, Indonesia bekerja sama negara lain, seperti Arab Saudi, Australia sampai India.
Discussion about this post