Kamis, 28 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Indun Dewi, Perketat Keamanan Pangan Usai AS Tolak Udang Beku Indonesia

Transparansi dianggap menjadi kunci agar sumber masalah bisa segera dilacak dan ditangani.

Jumat, 22 Agustus 2025
A A
Dosen Teknologi Hasil Perikanan UGM, Indun Dewi Puspita. Foto Dok. UGM.

Dosen Teknologi Hasil Perikanan UGM, Indun Dewi Puspita. Foto Dok. UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Isu penolakan udang beku asal Indonesia oleh Amerika Serikat menunjukkan tantangan keamanan pangan dalam ekspor perikanan serius. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) merekomendasikan penarikan (recall) terhadap produk udang beku merek Great Value yang diimpor dari PT Bahari Makmur Sejati (BMS Foods) karena satu sampel udang mengandung isotop radioaktif Cesium‑137 (Cs‑137) berkadar sekitar 68,48 Bq/kg sekitar 8,25 Bq/kg.

Meskipun masih di bawah level intervensi FDA, temuan ini tetap memicu peringatan karena berisiko apabila dikonsumsi terus‑menerus dalam jangka panjang.

Dosen Teknologi Hasil Perikanan UGM, Indun Dewi Puspita menilai isu ini menjadi sorotan penting bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari petambak, industri pengolahan, eksportir, hingga pemerintah. Kasus ini tidak boleh dipandang sebelah mata karena menyangkut reputasi Indonesia di mata dunia. Langkah bersama dari semua sektor sangat diperlukan untuk memastikan kualitas dan keamanan produk tetap terjaga.

Baca juga: Hati-hati Konsumsi Ampo dari Tanah di Ladang Bekas Pemupukan

“Khususnya untuk jaminan mutu produk perikanan Indonesia,” ujar Indun, Kamis, 21 Agustus 2025.

Ia menjelaskan, dari sisi ekonomi, kasus penolakan ini jelas membawa kerugian yang besar karena produk yang sudah diekspor tidak bisa dimanfaatkan. Kerugian tersebut juga berdampak pada rantai pasok, mulai dari biaya produksi, distribusi, hingga reputasi eksportir di pasar global.

Kondisi ini memperlihatkan rapuhnya posisi industri pangan ketika standar keamanan tidak dipenuhi dengan baik. Jika dibiarkan, maka berisiko kehilangan pasar ekspor.

Baca juga: Ancaman Biosecurity Pandemi Jadi Alasan Kementerian Kesehatan Gandeng Tentara

“Kerugiannya sangat besar. Di sisi lain, perdagangan produk perikanan Indonesia menjadi catatan di perdagangan global, sehingga jaminan mutu harus benar-benar diperhatikan,” kata Indun.

Kepercayaan pasar internasional menjadi faktor yang sangat krusial. Sertifikasi dan standar keamanan pangan yang ketat membuat konsumen menginginkan produk yang aman dikonsumsi tanpa menimbulkan risiko kesehatan.

Isu ini membuktikan setiap celah dalam rantai produksi bisa berdampak pada kepercayaan jangka panjang. Negara importir tentu tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun ketika menyangkut keselamatan konsumen.

Baca juga: Sesar Citarum yang Memicu Gempa Bumi Tektonik Karawang-Bekasi

“Ada isu kualitas yang berkaitan dengan bahaya, bisa menurunkan kepercayaan pasar dan berdampak panjang pada nilai jual serta produksi di dalam negeri,” terang dia.

Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan sistem traceability untuk mengembalikan kepercayaan pasar global. Transparansi dianggap menjadi kunci agar sumber masalah bisa segera dilacak dan ditangani.

Selain itu, sistem pelacakan juga dapat mempercepat langkah koreksi sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar. Dengan cara ini, pelaku usaha bisa menunjukkan keseriusan mereka menjaga kualitas produk.

Baca juga: Teknologi Zat Antikarat Dikembangkan dari Ubi Ungu hingga Tembakau

“Respon yang cepat dan transparan menjadi hal yang sangat penting untuk mengembalikan citra dan kepercayaan dari pasar global,” jelas Indun.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Amerika SerikatIndun Dewi Puspitakeamanan panganTeknologi Hasil Perikanan UGMudang beku

Editor

Next Post
Tanaman putri malu yang kaya manfaat. Foto Dinas Pertanian Ngawi.

Daun, Batang dan Akar Putri Malu Potensial untuk Industri Farmasi dan Kosmetika

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media