Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Indun Dewi, Perketat Keamanan Pangan Usai AS Tolak Udang Beku Indonesia

Transparansi dianggap menjadi kunci agar sumber masalah bisa segera dilacak dan ditangani.

Jumat, 22 Agustus 2025
A A
Dosen Teknologi Hasil Perikanan UGM, Indun Dewi Puspita. Foto Dok. UGM.

Dosen Teknologi Hasil Perikanan UGM, Indun Dewi Puspita. Foto Dok. UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Nelayan terdampak

Terkait potensi sumber kontaminasi, Indun menjelaskan bahwa zat radioaktif Cesium-137 tidak terbentuk secara alami, melainkan berasal dari aktivitas manusia seperti uji coba senjata nuklir atau kebocoran reaktor. Sifatnya yang bertahan lama membuat zat ini berpotensi masuk ke rantai pangan melalui air atau lahan tambak yang terkontaminasi, termasuk ke udang.

Kondisi ini menunjukkan bahwa faktor eksternal di luar kendali petambak juga bisa memengaruhi kualitas produk. Dengan siklus lingkungan yang kompleks, risiko kontaminasi menjadi tantangan besar bagi sektor perikanan.

Baca juga: Kematian Banyak Lebah Madu Penanda Ada Pencemaran Lingkungan

“Siklus alami memungkinkan zat ini menyebar ke lingkungan perairan dan mempengaruhi biota, termasuk udang,” jelas dia.

Meski kadar yang ditemukan masih jauh di bawah standar intervensi, penolakan tetap dilakukan otoritas Amerika Serikat sebagai langkah pencegahan. Kebijakan ini menjadi bukti bahwa standar keamanan pangan internasional cenderung lebih mengutamakan prinsip kehati-hatian.

Indun menekankan pentingnya penerapan sistem jaminan mutu dan traceability yang kuat di industri perikanan. Dengan begitu, setiap potensi bahaya dapat dicegah sejak awal sebelum menimbulkan dampak serius.

Baca juga: TPPAS Lulut-Nambo untuk Olah Sampah Empat Daerah Mangkrak 10 Tahun

“Kalau sistem jaminan mutu dan penelusuran berjalan baik, potensi bahaya menjadi sangat minim,” kata dia.

Kasus ini juga berpotensi memberi dampak langsung kepada nelayan dan pembudidaya udang di dalam negeri. Penurunan harga lokal hingga pembatasan ekspor bisa merugikan petambak yang sudah mengeluarkan modal besar dalam budidaya.

Kondisi ini menimbulkan kerentanan baru bagi petani kecil yang menggantungkan hidupnya dari udang. Jika tidak diantisipasi, efek domino dari penolakan ini bisa berimbas pada perekonomian daerah.

“Kalau harga turun, kerugian bisa signifikan bagi petambak maupun pembudidaya karena udang membutuhkan biaya produksi yang tinggi,” ungkap Indun.

Baca juga: Penumpukan Sampah Menjadi Sumber Peningkatan Kasus Leptospirosis

Dalam konteks solusi jangka panjang, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung riset, inovasi, dan penguatan sistem keamanan pangan. UGM, misalnya, terus mengembangkan riset deteksi cepat serta bioindikator untuk mencegah kontaminasi sejak dini.

Selain itu, perguruan tinggi juga berkontribusi melalui pelatihan, sosialisasi, dan masukan kebijakan. Upaya tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi akademisi, pemerintah, dan industri mutlak diperlukan untuk menjaga daya saing global.

“Kontribusi perguruan tinggi penting dalam riset, pengabdian, hingga perumusan kebijakan untuk mencegah kontaminasi pada produk perikanan,” kata dia. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Amerika SerikatIndun Dewi Puspitakeamanan panganTeknologi Hasil Perikanan UGMudang beku

Editor

Next Post
Tanaman putri malu yang kaya manfaat. Foto Dinas Pertanian Ngawi.

Daun, Batang dan Akar Putri Malu Potensial untuk Industri Farmasi dan Kosmetika

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media