Kamis, 26 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Inggris akan Investasi Industri Baterai Listrik di Bantaeng Sulawesi

Kamis, 1 Juni 2023
A A
Grounbreaking pusat layanan kendaraan listrik dari Korea Selatan. Foto Dok. Kementerian ESDM.

Grounbreaking pusat layanan kendaraan listrik dari Korea Selatan. Foto Dok. Kementerian ESDM.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Inggris dikabarkan akan melakukan investasi dengan membangun ekosistem baterai listrik di Indonesia. Rencana tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas bersama para menteri kabinet di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 31 Mei 2023. Rapat terbatas itu membahas perkembangan investasi di Indonesia dan rencana pengembangan industri baterai listrik terintegrasi.

“Kami akan melakukan percepatan. Investasi ini akan dibangun dalam kawasan industri yang green energy, memakai tenaga angin di Sulawesi di Bantaeng,” jelas Menteri Invetasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia usai rapat.

Jokowi juga meminta agar percepatan pembangunan ekosistem tersebut dapat dilakukan, terutama dalam proses administrasi. Asalkan percepatan dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga: Hatam 2023, Jatam: Industri Tambang Berkedok Transisi Energi Menguat

“Negara ini terlalu banyak kajian sampai hal-hal prinsip kami lupa. Jadi arahan Bapak Presiden jelas minta dipercepat. September semuanya harus sudah selesai,” lanjut Bahlil.

Investasi yang melibatkan konsorsium dari Inggris tersebut bekerja sama dengan sejumlah perusahaan dunia dan perusahaan nasional PT Aneka Tambang (Antam). Menurut Bahlil, investasi pembangunan ekosistem baterai mobil dari tambang sampai battery cell. Rencana nilai investasi kurang lebih 9 billion USD.

Bahlil pun berharap investasi tersebut mampu menghasilkan sel baterai hingga 20 gigawatt hour (GWh) pada tahap pertama produksi. Tahap selanjutnya, proses produksi dapat terus ditingkatkan berdasarkan permintaan pasar di dalam maupun luar negeri.

Baca Juga: Gempa Dangkal di Pantai Barat Sumatera Dirasakan hingga IV MMI

“Nah ke depan pasti akan ditingkatkan berdasarkan permintaan dalam negeri maupun untuk ekspor,” ujar Bahlil.

Bangun Pusat Layanan Kendaraan Listrik dengan Korsel
Sebelumnya, pemerintah Indonesia dan Korea Selatan secara resmi memulai pembangunan pusat layanan (service center) kendaraan listrik yang bertempat di Balai Besar dan Survei Pengujian (BBSP) Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (KEBTKE). Pusat layanan tersebut merupakan wujud implementasi perjanjian kerja sama Record of Discussion (RoD) Installation of Solar Charged E-Vehicle System in Indonesia yang telah disepakati kedua pihak pada 2 November 2022 lalu.

Pusat layanan tersebut, menurut Direktur Jenderal EBTKE Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dadan Kusdiana untuk menyediakan dan menyebarluaskan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Mengingat akan ada peningkatan kebutuhan penggunaan energi listrik dalam skala yang besar karena minat masyarakat atas kendaraan listrik yang diklaim tinggi sehingga mendorong Pemerintah mempercepat ekosistem Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KLBB).

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: e-mobilityekosistem kendaraan listrikindustri baterai listrikInggrisKorea SelatanProyek Installation of Solar Charged E-Vehicle Systempusat layanan kendaraan listrik

Editor

Next Post
Reklamasi di Teluk Jakarta. Foto bantuanhukum.or.id.

Walhi Seluruh Indonesia Desak Jokowi Cabut PP Ekspor Pasir Laut

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media