Minggu, 29 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Irwan Meilano, Gempa M6,2 Bukti Ada Potensi Gempa Merusak Selain Megathrust

Gempa yang berlokasi di laut, tetapi berdampak merusak dan meluas di daratan tak hanya terjadi akhir pekan lalu. Ada sejumlah gempa serupa pernah terjadi.

Selasa, 30 April 2024
A A
Pakar gempa ITB, Prof. Irwan Meilano. Foto Dok. ITB.

Pakar gempa ITB, Prof. Irwan Meilano. Foto Dok. ITB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pakar gempa Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Irwan Meilano menyebutkan bencana gempa bumi yang berlokasi di selatan Jawa Barat pada 27 April 2024 pukul 23.39 WIB malam lalu memberi peringatan bahwa ada karateristik sumber gempa lain yang merusak selain megathurst. Salah satu sifat gempa megathrust adalah berpotensi menimbulkan tsunami.

Seperti diketahui, gempa di selatan Jawa Barat yang berlokasi di laut itu terasa di sejumlah wilayah Jabar, seperti Garut dan Kota Bandung. Bahkan gempa Magnitudo 6,2 itu juga terasa di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Sebelumnya, telah terjadi gempa di lokasi yang mirip dengan lokasi gempa akhir pekan itu. Salah satunya gempa yang terjadi pada 2 September 2009 dengan Magnitudo 7,3.

Baca Juga: Benih Padi Cerdas Iklim 9G, Inovasi IPB University yang Tahan Hama dan Efisien

“Gempa (27 April 2024) akhir pekan itu terjadi di bagian dalam dari lempeng yang masuk, bukan di bidang atasnya. Gempa di dalam lempeng memiliki beberapa karakteristik yang berbahaya. Salah satunya, lokasi lebih dekat dengan daratan sehingga potensi untuk merusak lebih besar. Berbeda dengan megathrust yang lebih selatan (lebih jauh dari daratan),” papar Irwan, Senin, 29 April 2024.

Dengan adanya gempa tersebut, Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB itupun menyampaikan, gempa itu memberi peringatan sangat penting bagi masyarakat bahwa ada karaktersitik sumber gempa lain yang ada di selatan Jawa Barat.

“Jadi bukan hanya megathrust yang berdampak tsunami. Gempa kemarin itu merupakan sumber gempa lain dan memberikan dampak kerusakan yang signifikan,” jelas Irwan.

Baca Juga: Rumah Terdampak Gempa Garut Magnitudo 6,2 Bertambah di 12 Wilayah

Terkait durasi gempa yang terasa lama di sejumlah wilayah Kota Bandung, Irwan menjelaskan, salah satu faktornya karena lapisan tanah yang lunak yang menjadi karakteristik khas dari Kota Bandung. Mengingat Kota Bandung dibangun dari sedimen, baik sedimen danau dan sungai sehingga menambah durasi dari goncangan.

Sementara apabila belajar dari gempa tahun 2009 yang terjadi di selatan Kota Bandung, tetapi bagian selatan itu tidak terdampak. Justru beberapa kerusakan terjadi di bagian utaranya yang lokasinya lebih jauh.

“Itu karena karakteristik lokal yang ada di beberapa wilayah Kota Bandung,” tutur Irwan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: FITB ITBGempa bumigempa megathurstgempa selatan Jawa BaratKota BandungProf Irwan Meilano

Editor

Next Post
Letusan eksplosif Gunung Ruang yang berada Pulau Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, kembali terjadi pada Selasa, 30 April 2024. Foto Masgma PVMBG.

Letusan Eksplosif Gunung Ruang Terjadi Lagi, Status Kembali Awas

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media