Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Irwan Meilano, Gempa M6,2 Bukti Ada Potensi Gempa Merusak Selain Megathrust

Gempa yang berlokasi di laut, tetapi berdampak merusak dan meluas di daratan tak hanya terjadi akhir pekan lalu. Ada sejumlah gempa serupa pernah terjadi.

Selasa, 30 April 2024
A A
Pakar gempa ITB, Prof. Irwan Meilano. Foto Dok. ITB.

Pakar gempa ITB, Prof. Irwan Meilano. Foto Dok. ITB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pakar gempa Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Irwan Meilano menyebutkan bencana gempa bumi yang berlokasi di selatan Jawa Barat pada 27 April 2024 pukul 23.39 WIB malam lalu memberi peringatan bahwa ada karateristik sumber gempa lain yang merusak selain megathurst. Salah satu sifat gempa megathrust adalah berpotensi menimbulkan tsunami.

Seperti diketahui, gempa di selatan Jawa Barat yang berlokasi di laut itu terasa di sejumlah wilayah Jabar, seperti Garut dan Kota Bandung. Bahkan gempa Magnitudo 6,2 itu juga terasa di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Sebelumnya, telah terjadi gempa di lokasi yang mirip dengan lokasi gempa akhir pekan itu. Salah satunya gempa yang terjadi pada 2 September 2009 dengan Magnitudo 7,3.

Baca Juga: Benih Padi Cerdas Iklim 9G, Inovasi IPB University yang Tahan Hama dan Efisien

“Gempa (27 April 2024) akhir pekan itu terjadi di bagian dalam dari lempeng yang masuk, bukan di bidang atasnya. Gempa di dalam lempeng memiliki beberapa karakteristik yang berbahaya. Salah satunya, lokasi lebih dekat dengan daratan sehingga potensi untuk merusak lebih besar. Berbeda dengan megathrust yang lebih selatan (lebih jauh dari daratan),” papar Irwan, Senin, 29 April 2024.

Dengan adanya gempa tersebut, Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB itupun menyampaikan, gempa itu memberi peringatan sangat penting bagi masyarakat bahwa ada karaktersitik sumber gempa lain yang ada di selatan Jawa Barat.

“Jadi bukan hanya megathrust yang berdampak tsunami. Gempa kemarin itu merupakan sumber gempa lain dan memberikan dampak kerusakan yang signifikan,” jelas Irwan.

Baca Juga: Rumah Terdampak Gempa Garut Magnitudo 6,2 Bertambah di 12 Wilayah

Terkait durasi gempa yang terasa lama di sejumlah wilayah Kota Bandung, Irwan menjelaskan, salah satu faktornya karena lapisan tanah yang lunak yang menjadi karakteristik khas dari Kota Bandung. Mengingat Kota Bandung dibangun dari sedimen, baik sedimen danau dan sungai sehingga menambah durasi dari goncangan.

Sementara apabila belajar dari gempa tahun 2009 yang terjadi di selatan Kota Bandung, tetapi bagian selatan itu tidak terdampak. Justru beberapa kerusakan terjadi di bagian utaranya yang lokasinya lebih jauh.

“Itu karena karakteristik lokal yang ada di beberapa wilayah Kota Bandung,” tutur Irwan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: FITB ITBGempa bumigempa megathurstgempa selatan Jawa BaratKota BandungProf Irwan Meilano

Editor

Next Post
Letusan eksplosif Gunung Ruang yang berada Pulau Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, kembali terjadi pada Selasa, 30 April 2024. Foto Masgma PVMBG.

Letusan Eksplosif Gunung Ruang Terjadi Lagi, Status Kembali Awas

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media