Fenomena cahaya yang tampak seperti melengkung dan memanjang di langit malam merupakan efek visual dari gas buang roket yang memantulkan cahaya matahari pada awal malam di atmosfer atas. Kondisi ini membuat semburan gas tampak terang meskipun di permukaan Bumi sudah memasuki waktu malam.
Namun kejadian ini berbeda dengan fenomena sebelumnya yang terjadi pada awal April 2026, yang juga sempat terlihat di langit Indonesia. Pada 4 April adalah jatuhnya sampah antariksa berupa sisa roket lama tipe CZ-3B, sedangkan 11 April adalah roket yang sedang diluncurkan, bukan benda jatuh.
Perbedaan utama dari kedua fenomena tersebut terletak pada prosesnya. Sampah antariksa biasanya terlihat terpecah dan terbakar saat memasuki atmosfer, sementara peluncuran roket akan terlihat semburan gas buang yang berintaraksi dengan atmosfer atas.
Fenomena seperti ini, bukanlah hal berbahaya bagi masyarakat. Justru kejadian ini merupakan bagian dari aktivitas keantariksaan global yang sesekali dapat diamati dari wilayah Indonesia, terutama ketika lintasan peluncuran melintasi kawasan ini. [WLC02]
Sumber: BRIN






Discussion about this post