Selasa, 1 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jejak Roket Cina Jielong-3 di Langit Indonesia

Senin, 13 April 2026
A A
Cahaya jejak roket Jielong-3, 11 April 2026. Foto Dok. BRIN.

Cahaya jejak roket Jielong-3, 11 April 2026. Foto Dok. BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kemunculan objek bercahaya di langit yang terlihat masyarakat di langit Lampung, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB, dan NTT sekitar pukul 18.40 WIB atau 19.40 WITA, Sabtu malam, 11 April 2026 sempat menghebohkan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Peneliti Ahli Utama Bidang Astronomi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin menjelaskan objek bercahaya tersebut bagian dari proses peluncuran roket China jenis Smart Dragon-3 (Jielong-3) yang diluncurkan pada hari yang sama menuju orbit.

Roket tersebut diluncurkan pada pukul 18.32 WIB atau 19.32 WITA dari sistem peluncuran berbasis laut di wilayah pantai Yangjiang, Guangdong, Cina. Lintasan peluncuran roket tersebut melintasi wilayah Indonesia, sehingga fenomenanya dapat terlihat dari beberapa daerah.

“Ekor cahayanya berasal dari semburan gas roket saat melintasi atmosfer atas menuju antariksa,” jelas Thomas melalui pesan tertulisnya, Senin, 13 April 2026.

Roket Jielong-3 merupakan roket berbahan bakar padat yang mampu mencapai ketinggian hingga sekitar 500 kilometer. Dalam misi kali ini, roket tersebut digunakan untuk meluncurkan satelit internet ke orbit sun-synchronous.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BRINRoket Jielong-3Sampah Antariksa

Editor

Next Post
Dokter menjelaskan kondisi paru-paru peserta ACF melalui hasil foto rontgen yang muncul hanya sesaat setelah melakukan rontgen. Foto Pusat Kedokteran Tropis UGM.

Jemput Bola Eliminasi TBC Targetkan 3.000 Warga di Gunungkidul

Discussion about this post

TERKINI

  • Karhutla di lahan gambut. Foto Dok. Walhi.Ribuan Titik Api di Lahan Gambut dan Konsesi, Walhi: Bukti Negara Gagal Memaksa Korporasi Bertanggung Jawab
    In Lingkungan
    Senin, 31 Agustus 2026
  • Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra utara, 31 Agustus 2026 pukul 11.19. Foto Dok. Magma Indonesia.Gunung Sinabung Berstatus Siaga, PVMBG: Dimungkinkan Terjadi Erupsi Lebih Besar
    In Bencana
    Senin, 31 Agustus 2026
  • Upaya pemadaman karhutla di Kalimantan, 23 agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Kalimantan, Legislator: Warga Lokal Tak Bisa Terus Disalahkan, Cabut Izin Korporasi yang Terlibat
    In News
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Penanganan karhutla di Lampung Timur, 21 Agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Berulang Bukan Fenomena Iklim, Walhi: Akibat Negara Salah Urus Tak Sampai Akar Masalah
    In Lingkungan
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Titik-titik api karhutla di Pulau Kalimantan. Foto Istimewa.Hukuman Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan: Cabut Izin dan Pulihkan Lingkungan!
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media