Minggu, 1 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jelajah 10 Hari di Kalteng Temukan Potensi 16 Spesies Baru

Senin, 25 September 2023
A A
Tim penjelajah biodiversity BKSDA Kalimantan Tengah. Foto ppid.menlhk.go.id.

Tim penjelajah biodiversity BKSDA Kalimantan Tengah. Foto ppid.menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Identifikasi lebih lanjut masih dilakukan untuk beberapa spesies amfibi yang ditemukan.
Dari peneliti avifauna teridentifikasi sebanyak 97 spesies (baik identifikasi fisik maupun suara) dari 37 family berbeda. Terdapat dua spesies belum teridentifikasi secara persis yang ditemukan di ketinggian 500 meter di atas permukaan lait. Terdapat pula burung family Nectarinidae yang ditemukan di ketinggian 800 mdpl sehingga akan dilakukan pendalaman lebih lanjut.

Baca Juga: Makertihartha: Konversi Minyak Nabati Menjadi Bahan Bakar Nabati untuk EBT

Selain itu, juga sedang diupayakan untuk menelusuri tanda-tanda keberadaan badak, seperti dari jejak, kotoran, plintiran maupun urine. Secara umum kondisi medan bentang alam tidak mudah, dengan kelerengan rata rata lebih dari 50 persen, tanah berbatu, serasah yang tebal, lalu lintas jalur manusia. Belum ditemukan adanya badak hanya indikasi-indikasi, seperti ketersediaan pakan, sumber air dan kubangan masih dijumpai dan sudah dipasang camera trap di dua lokasi kubangan. Begitu pula adanya indikasi dari masyarakat sekitar, bahwa pada masa lalu ada badak di sekitar lokasi Desa.

“KLHK akan melakukan survei lanjutan dengan metode okupansi di area yang berpotensi besar mendeteksi keberadaan badak. Seperti daerah hulu pedalaman dan kawasan cagar alam perbatasan Kalbar-Kaltim,” kata Siti. [WLC02]

Sumber: PPID KLHK

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: badakBKSDA Kalimantan Tengahflora faunaMenteri LHK Siti Nurbayaspesies barutim biodiversitytumbuhan hias

Editor

Next Post
Guru Besar Fakultas Peternakan UGM Prof. Bambang Suhartanto. Foto ugm.ac.id.

Bambang Suhartanto: Beternak Sapi di Bawah Tegakan Perkebunan Sawit

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi mekanisme terbentuknya bencana longsoran di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Ilustrasi Imam Achmad Sadisun/ITB.Begini Mekanisme Aliran Lumpur Saat Longsor Bandung Barat
    In IPTEK
    Jumat, 30 Januari 2026
  • Tiga petani di Pino Raya di Bengkulu Selatan dikriminalisasi. Foto Dok. Walhi.Petani Korban Penembakan di Pino Raya Dikriminalisasi
    In News
    Kamis, 29 Januari 2026
  • Kawasan Kabupaten Bandung Barat yang terdampak longsor. Foto KLH/BPLH.Longsor Bandung Barat, KLH Sebut Ada Kerapuhan pada Struktur Tutupan Lahan
    In Lingkungan
    Kamis, 29 Januari 2026
  • Pakar Gempa Bumi UGM, Gayatri Indah Marliyani. Foto researchgate.net.Gayatri Marliyani, Kemungkinan Aktivitas Sesar Opak Akibat Tekanan dari Gempa Pacitan
    In Sosok
    Rabu, 28 Januari 2026
  • Proses operasi modifikasi cuaca (OMC). Foto Dok. BMKG.BMKG Bantah Operasi Modifikasi Cuaca Jadi Pemicu Ketidakstabilan Cuaca
    In News
    Rabu, 28 Januari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media