Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Cegah Banteng Jawa Punah Lewat Reintroduksi di CA Pananjung Pangandaran

Reintroduksi dimaksudkan untuk menjaga keberlanjutan populasi banteng jawa dengan melepasliarkan sesuai habitatnya.

Kamis, 12 Desember 2024
A A
Program reintroduksi banteng jawa di CA Pananjung Pangandaran, Jawa Barat, 11 Desember 2024. Foto PPID KLHK.

Program reintroduksi banteng jawa di CA Pananjung Pangandaran, Jawa Barat, 11 Desember 2024. Foto PPID KLHK.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sejarah keberadaan banteng jawa (Bos javanicus javanicus) di Cagar Alam (CA) Pananjung Pangandaran, Jawa Barat dimulai pada 1979. Hasil inventarisasi masih menunjukkan ada 60-90 ekor banteng di sana. Namun material alam berupa abu vulkanik hasil letusan Gunung Galunggung pada 1982-1983 telah menyebabkan padang savana yang menjadi lokasi pakan banteng tertutup. Akibatnya, populasi banteng di CA Pananjung Pangandaran menurun.

Akhirnya, populasi terakhir dijumpai pada 2003. Tak heran, keberadaan banteng di sana pernah dinyatakan punah.

Salah satu untuk meningkatkan populasinya dengan melakukan reintroduksi banteng jawa ke CA Pananjung Pangandaran. Keragaman genetik yang lebih baik dari populasi terpisah yang ada di beberapa taman nasional di Pulau Jawa diharapkan terwujud.

Baca Juga: Komisi IV DPR Usulkan RUU Perlindungan Lahan Atasi Alih Fungsi Lahan Pertanian

“Reintroduksi ini tentu bermaksud untuk menjaga populasi banteng. Spesies unik yang dapat dikembangkan kembali, terutama di Pangandaran ini,” ujar Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni usai melepas empat ekor banteng jawa di CA Pananjung Pangandaran, Rabu, 11 Desember 2024.

Pelepasliaran ini upaya reintroduksi satwa banteng jawa secara alami.

“Inisiatif baik yang dilakukan hari ini agar dapat direplikasi dan dikembangkan di tempat-tempat lain, tentu dengan spesies yang khusus sesuai habitat masing-masing,” tutur Raja Juli yang sekaligus melakukan peresmian Pusat Reintroduksi Banteng Jawa di sana.

Baca Juga: Gempa Dangkal Tektonik Bengkulu Selatan Guncangannya Dirasakan Banyak Orang

Bupati Kabupaten Pengandaran Jeje Wiradinata menilai upaya reintroduksi ini akan berpengaruh positif pada perbaikan ekosistem. Ia juga berharap reintroduksi banteng dapat menambah satu destinasi wisata, sehingga bertambah pula kunjungan wisatawan di Pangandaran.

Untuk memastikan keberhasilan program reintroduksi, Kemenhut dan para pihak telah melakukan berbagai persiapan penting. Seperti kajian kesesuaian habitat dan ruang untuk mengukur daya dukung serta daya tampung kawasan terhadap populasi. Kemudian pemulihan ekosistem padang rumput seluas sekitar 7,12 Ha, terdiri atas sekitar 6,05 Ha di blok Cikamal dan sekitar 1,07 Ha di blok Nangorak.

Selain itu juga dilakukan forum diskusi terpumpun untuk membangun dukungan publik dengan meningkatkan kerjasama parapihak, pembuatan kandang habituasi dan penyiapan feeding ground berupa penanaman rumput pakan dan penyiapan areal lainnya.

Baca Juga: Masyarakat Adat di Boven Digoel Tolak Izin Usaha Sawit di Hutan Adat Papua

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: banteng jawaCagar Alam Pananjung Pangandaranprogram reintroduksi

Editor

Next Post
Pertemuan Asian Parliamentary Assembly (APA) Standing Committee on Economic and Sustainable Development, di Manama, Bahrain, 9 Desember 2024. Foto Istimewa.

Parlemen Negara Asia Didesak Tagih Janji Pembiayaan Iklim dari Negara Maju

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media