Jumat, 23 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jutaan Remaja Alami Gangguan Mental, Hanya 2,6 Persen Konseling

Senin, 24 Oktober 2022
A A
Ilustrasi remaja. Foto Dimhou/pixabay.com

Ilustrasi remaja. Foto Dimhou/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Berdasarkan Survei Kesehatan Mental Nasional Indonesia (Indonesia National Adolescent Mental Health Survey/I-NAMHS), satu dari tiga remaja Indonesia memiliki masalah kesehatan mental. Angka ini setara dengan 15,5 juta remaja. Sementara satu dari 20 remaja Indonesia memiliki gangguan mental dalam 12 bulan terakhir atau setara dengan 2,45 juta remaja.

Survei tersebut mengukur angka kejadian gangguan mental pada remaja 10 – 17 tahun di Indonesia. Hasilnya, remaja dalam kelompok ini terdiagnosis dengan gangguan mental. Acuannya adalah Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders Edisi Kelima (DSM-5) yang menjadi panduan penegakan diagnosis gangguan mental di Indonesia.

Hasil penelitian juga menunjukkan gangguan mental yang paling banyak diderita remaja adalah gangguan cemas (gabungan antara fobia sosial dan gangguan cemas menyeluruh) sebesar 3,7 persen. Kemudian diikuti gangguan depresi mayor (1,0 persen), gangguan perilaku (0,9 persen), serta gangguan stres pasca-trauma (PTSD), serta gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD) masing-masing sebesar 0,5 persen.

Baca Juga: Hutan dan Karst di Trenggalek Terancam Rusak Akibat Eksplorasi Tambang Emas

“Remaja dengan gangguan mental mengalami gangguan atau kesulitan melakukan kesehariannya akibat gejala gangguan mental yang dimiliki,” terang peneliti utama I-NAMHS, Prof. dokter Siswanto Agus Wilopo. Diseminasi hasil penelitian digelar pada 20 Oktober 2022 di Jakarta Selatan.

Persoalannya, hanya 2,6 persen remaja yang memiliki masalah kesehatan mental menggunakan fasilitas kesehatan mental atau konseling untuk membantu mengatasi masalah emosi dan perilakunya dalam 12 bulan terakhir. Meskipun pemerintah sudah meningkatkan akses ke pelbagai fasilitas kesehatan. Padahal, hampir 20 persen dari total penduduk Indonesia berada dalam rentang usia 10 – 19 tahun. Populasi remaja dapat dikatakan memiliki peran penting bagi perkembangan Indonesia, terutama untuk meraih bonus demografi dan merealisasikan visi Indonesia Emas 2024.

Baca Juga: Pakai Energi Terbarukan, Indonesia Hemat Biaya USD 600 Miliar Hingga 2050

“Angka itu pun masih sangat kecil dibandingkan jumlah remaja yang sebenarnya membutuhkan bantuan dalam mengatasi permasalahan mental mereka,” papar Siswanto yang juga Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM.

I-NAMHS juga mengumpulkan data tentang pengaruh kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan pembatasan kontak sosial selama pandemi Covid-19 terhadap kesehatan mental remaja. Sebanyak 1 dari 20 remaja melaporkan merasa lebih depresi, lebih cemas, lebih merasa kesepian, dan lebih sulit untuk berkonsentrasi dibandingkan sebelum pandemi Covid-19.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Covid-19depresifasilitas kesehatan mentalFKKMK UGMgangguan kesehatan mentalgangguan mentalI-NAMHSkonselingmerasa kesepianremaja

Editor

Next Post
Ilustrasi anak-anak yang tengah sakit. Foto sasint/pixabay.com

Menkes: 156 Obat Sirup Boleh Dikonsumsi, Obat Gagal Ginjal Akut Gratis

Discussion about this post

TERKINI

  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media