Jumat, 23 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jutaan Remaja Alami Gangguan Mental, Hanya 2,6 Persen Konseling

Senin, 24 Oktober 2022
A A
Ilustrasi remaja. Foto Dimhou/pixabay.com

Ilustrasi remaja. Foto Dimhou/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Temuan lain dari I-NAMHS adalah 38,2 persen atau kebanyakan pengasuh remaja memilih untuk mengakses layanan kesehatan mental di sekolah. Di sisi lain, lebih dari dua perlima (43,8 persen) pengasuh remaja menyampaikan, mereka tidak mencari bantuan karena lebih memilih untuk menangani sendiri masalah tersebut atau dengan dukungan dari keluarga dan teman-teman.

Baca Juga: Zullies Ikawati: Penghentian Obat Cair Harus Perhatikan Risiko dan Manfaat

I-NAMHS merupakan bagian dari National Adolescent Mental Health Survey yang juga diselenggarakan di Kenya dan Vietnam. Penelitian ini dikerjakan melalui kerja sama antara UGM, University of Queensland Australia, Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health Amerika Serikat, Kementerian Kesehatan Indonesia, Universitas Sumatera Utara (USU), dan Universitas Hasanuddin (Unhas).

I-NAMHS berfokus menghitung beban penyakit atau prevalensi enam gangguan mental yang paling umum di antara remaja. Meliputi fobia sosial, gangguan cemas menyeluruh, gangguan depresi mayor, gangguan perilaku, gangguan stres pasca trauma (PTSD), dan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD). I-NAMHS juga mengidentifikasi faktor risiko dan pelindung yang berhubungan dengan gangguan mental remaja, seperti perundungan, sekolah dan pendidikan, hubungan teman sebaya dan keluarga, perilaku seks, penggunaan zat, pengalaman masa kecil yang traumatis, dan penggunaan fasilitas kesehatan.

Baca Juga: Indonesia Jadi Pusat Koordinasi ASEAN Pengendalian Pencemaran Asap

Menurut Siswanto, ketersediaan data prevalensi berskala nasional seperti I-NAMHS sangat diperlukan. Mengingat selama ini, data yang dimiliki tidak merepresentasikan Indonesia atau tidak berdasarkan diagnosis.

“Jadi perencanaan program dan advokasi mengenai kesehatan mental remaja menjadi tidak tepat sasaran,” ungkap Siswanto.

Ia berharap, I-NAMHS bisa membantu pemerintah dan pihak lain terkait dengan kesehatan mental remaja dalam mendesain program dan advokasi yang lebih baik bagi remaja. [WLC02]

Sumber: Universitas Gadjah Mada 

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Covid-19depresifasilitas kesehatan mentalFKKMK UGMgangguan kesehatan mentalgangguan mentalI-NAMHSkonselingmerasa kesepianremaja

Editor

Next Post
Ilustrasi anak-anak yang tengah sakit. Foto sasint/pixabay.com

Menkes: 156 Obat Sirup Boleh Dikonsumsi, Obat Gagal Ginjal Akut Gratis

Discussion about this post

TERKINI

  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media