Senin, 12 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kadar Glukosa Penderita Diabetes Turun Usai Konsumsi Kratom

Ekstrak kratom memiliki sifat antioksidan yang mampu melindungi sel dari radikal bebas, seperti spesies oksigen reaktif (ROS) dan oksida nitrat.

Minggu, 22 September 2024
A A
Ilustrasi ekstrak daun kratom untuk obat diabetes. Foto tangkapan layar BRIN.

Ilustrasi ekstrak daun kratom untuk obat diabetes. Foto tangkapan layar BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Senyawa yang paling banyak diteliti sifat-sifat analgesik serta adiksinya adalah Mytraginine dan 7-hydroxymitragynine. Kedua senyawa ini juga menjadi senyawa tunggal untuk diteliti potensinya sebagai analgesik, inflamasi, serta untuk kanker.

Pada 2021, WHO Expert Committee on Drug Dependence (ECDD) melakukan prereview dampak kesehatan kratom. Mereka menyimpulkan tidak ada cukup bukti untuk dilanjutkan ke tahap critical review, namun tetap dilakukan surveilans oleh WHO.

Baca Juga: Penambangan dan Ekspor Pasir Laut Kiamat Sosial Ekologis di Pesisir, Laut dan Pulau-pulau Kecil

Sifat antioksidan ekstrak kratom

Sementara riset kratom yang telah dilakukan di Pusat Riset Vaksin dan Obat BRIN hingga saat ini meliputi  standarisasi ekstrak alkaloid, studi in vitro yang terdiri dari aktivitas antioksidan dalam sel. Kemudian aktivitas anti inflamasi ganda serta adjuvant untuk terapi kanker, dan  studi in vivo yang meliputi aktivitas analgesik, putus obat (withdrawal effect) serta tes toksisitas akut oral.

Hasil riset BRIN menunjukkan, bahwa ada dua inflamasi pada kratom, yaitu di alkaloid dan ekstrak yang menyuguhkan efek analgesik. Terkait keamanan dan potensi kecanduan, WHO masih melakukan penelitian atau mengkaji bagaimana sifat kecanduan dari kratom tersebut.

Menurut Masteria, ekstrak kratom memiliki sifat antioksidan yang mampu melindungi sel dari radikal bebas seperti spesies oksigen reaktif (ROS) dan oksida nitrat. Ekstrak kratom berupa ekstrak kasar dan alkaloid memiliki aktivitas anti inflamatori melalui potensi penghambat-NSAID COX-2 dan 5-LOX. Dengan sedikit efek samping dan dapat digunakan sebagai adjuvant terapi kanker.

Baca Juga: Daerah Rentan Likuefaksi di Indonesia Punya Tingkat Kepadatan Penduduk Tinggi

“Ekstrak kratom memiliki efek analgesik in vitro dan in vivo. Studi in vivo kami menunjukkan dalam dosis tertentu alkaloid kratom memiliki efek analgesik dua kali lipat lebih tinggi, daripada ekstrak kasar,” kata Masteria.

Masteria menambahkan, kratom alkaloid yang diberikan secara kronis dengan dosis yang ditingkatkan dapat menginduksi lebih sedikit gejala putus obat dibandingkan dengan kelompok morfin.

“Selain itu, alkaloid kratom saat digunakan untuk mengobati kelompok yang diobati morfin cenderung mengurangi gejala putus obat,” pungkas Masteria. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: alkaloid kratomBRINekstrak daun kratomgejala putus obatin vitro dan in viivoMitragyna speciosaobat diabetes

Editor

Next Post
Guru Besar Bidang Geomorfologi Lingkungan Fakultas Geografi, Prof. Djati Mardiatno. Foto geo.ugm.ac.id.

Djati Mardiatno, Masyarakat Bisa Lakukan Mitigasi Kekeringan Mandiri

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media