Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kayu Laminasi, Solusi Keterbatasan Kayu Solid Akibat Alih Fungsi Hutan

Produk ini terbuat dari papan-papan kayu yang direkatkan satu dengan lainnya membentuk balok berukuran besar, lebih besar ukuran penampang dari kayu solid alam.

Rabu, 29 Oktober 2025
A A
Kayu sagu laminasi. Foto Dok. Direktorat PUI UGM.

Kayu sagu laminasi. Foto Dok. Direktorat PUI UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Persoalannya, ketersediaan kayu solid berukuran besar semakin menipis akibat tingginya kebutuhan serta alih fungsi hutan menjadi lahan pemukiman maupun pertanian. Kondisi ini menyebabkan harga kayu solid sangat mahal dan keberadaannya pun terbatas.

Untuk mensiasati hal itu, perkembangan teknologi dalam industri kayu telah menghasilkan produk kayu laminasi. Produk ini terbuat dari papan-papan kayu yang direkatkan satu dengan lainnya membentuk balok berukuran besar, lebih besar ukuran penampang dari kayu solid alam.

Kehadiran produk kayu laminasi memberikan nilai penting dalam dunia konstruksi. Sebab produk laminasi memiliki sifat lebih homogen dibandingkan dengan kayu solid karena variasi alami kayu dapat diseleksi dan dikombinasikan yang terbaik saat proses produksi.

Baca juga: Hutan Ulu Masen di Aceh Jadi Lokasi Riset Aksi Atasi Konflik Gajah dan Manusia

Isu durabilitas juga turut menjadi perhatian, terutama pada kayu cepat tumbuh. Faktor kelembapan tinggi, jamur, rayap, bahkan potensi kebakaran, menjadi tantangan utama yang perlu terus diteliti agar kayu dapat menjadi material andal dalam jangka panjang. Ditambah mata kuliah konstruksi kayu dari Program Studi Teknik Sipil tidak menjadi prioritas bagi perguruan tinggi di Indonesia.

Saat ini, dunia tengah bergerak menuju pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yang menuntut penggunaan sumber daya material ramah lingkungan lebih dominan pada bidang konstruksi. Lahirlah inisiatif produk kayu rekayasa yang diimplementasikan pada pembangunan Paviliun CLT Nusantara di kompleks Fakultas Teknik UGM. Paviliun ini dilengkapi dengan panel surya, fasad tanaman hidup dengan sistem irigasi vertikal berbasis IoT dan dirancang sebagai showcase eco-house.

“Inisiatif seperti lahirnya paviliun CLT Nusantara menjadi bukti, kayu relevan menjadi material konstruksi berkelanjutan,” imbuh dia. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: alih fungsi hutangreenhouse gassesindustri kayukayu laminasimaterial berkelanjutanProf. Ali Awaludin

Editor

Next Post
Tepung mocaf dari olahan ubi kayu. Foto Dok. IKBIS.

Ubi Kayu Berpotensi Jadi Pengganti Tepung Terigu Impor

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media