Jumat, 27 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Keberhasilan Kolaborasi Konservasi Gajah Sumatera di Riau

Kabar gembira datang dari konservasi Gajah sumatera Ukui di Riau. Populasi gajah di wilayah konservasi berada di areal konsensi perusahaan kertas itu kini bertambah.

Minggu, 9 April 2023
A A
Konservasi Gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus), Carmen dan anaknya di Konservasi Gajah Estate Ukui di PT RAPP. Foto ppid.menlhk.go.id.

Konservasi Gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus), Carmen dan anaknya di Konservasi Gajah Estate Ukui di PT RAPP. Foto ppid.menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Keberhasilan kolaborasi konservasi Gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Provinsi Riau ini patut dicontoh dalam melindungi dan menambah populasi satwa yang terancam punah.

Hal ini seiring dengan kabar gembira dari konservasi Gajah sumatera di Estate Ukui yang berada di areal konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP) di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Jumlah satwa yang dilindungi dan terancam punah, Gajah sumatera yang berada di konserbvasi Ukui kini bertambah.

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Genman S. Hasibuan menyebutkan, Carmen-gajah betina berusia 14 tahun pada Kamis, 6 April 2023, melahirkan satu ekor gajah jantan dengan bobot hingga 90,9 kilogram.

Baca Juga: Mitigasi Konflik dengan Gajah, dari Konvensional hingga Teknologi

Carmen merupakan gajah juga yang lahir di Konservasi Gajah Estate Ukui PT RAPP di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, pada 5 Januari 2009, dari induk gajah yang diberinama Meri.

Keberadaan konservasi gajah di areal konsesi perusahaan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dalam hal ini Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau dengan PT RAPP.

Baca Juga: Gempa Dangkal Darat Guncang Kota Bukittinggi

Genman Hasibuan menjelaskan, semula hanya ada empat ekor gajah yang menghuni Unit Konservasi Gajah Estate Ukui sejak 2006. Dan kini, populasi gajah di konservasi Ukui bertambah menjadi tujuh ekor gajah yakni, Mery, Carmen, Ika, Mira, gajah jantan diberinama Adei, Raja Arman, dan gajah yang baru lahir.

Konservasi Gajah Estate Ukui

Pada 1994, pemerintah mengeluarkan aturan yang mewajibkan perusahaan di bidang kehutanan dan perkebunan merawat satwa dilindungi yang terancam punah, di antaranya gajah.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BBKSDA RiauGajah Sumaterakonflik gajah liar dengan wargaKonservasi gajah sumateraProvinsi RiauPT RAPP

Editor

Next Post
Erupsi Gunung Api Marapi di Sumatera Barat pada 11 Januari 2023 puku 11.57 WIB. Foto esdm.go.id

Netizen Kesal, Komponen Seismik Gunung Marapi Kembali Dicuri

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media