Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Keberhasilan Kolaborasi Konservasi Gajah Sumatera di Riau

Kabar gembira datang dari konservasi Gajah sumatera Ukui di Riau. Populasi gajah di wilayah konservasi berada di areal konsensi perusahaan kertas itu kini bertambah.

Minggu, 9 April 2023
A A
Konservasi Gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus), Carmen dan anaknya di Konservasi Gajah Estate Ukui di PT RAPP. Foto ppid.menlhk.go.id.

Konservasi Gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus), Carmen dan anaknya di Konservasi Gajah Estate Ukui di PT RAPP. Foto ppid.menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Keberhasilan kolaborasi konservasi Gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Provinsi Riau ini patut dicontoh dalam melindungi dan menambah populasi satwa yang terancam punah.

Hal ini seiring dengan kabar gembira dari konservasi Gajah sumatera di Estate Ukui yang berada di areal konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP) di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Jumlah satwa yang dilindungi dan terancam punah, Gajah sumatera yang berada di konserbvasi Ukui kini bertambah.

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Genman S. Hasibuan menyebutkan, Carmen-gajah betina berusia 14 tahun pada Kamis, 6 April 2023, melahirkan satu ekor gajah jantan dengan bobot hingga 90,9 kilogram.

Baca Juga: Mitigasi Konflik dengan Gajah, dari Konvensional hingga Teknologi

Carmen merupakan gajah juga yang lahir di Konservasi Gajah Estate Ukui PT RAPP di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, pada 5 Januari 2009, dari induk gajah yang diberinama Meri.

Keberadaan konservasi gajah di areal konsesi perusahaan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dalam hal ini Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau dengan PT RAPP.

Baca Juga: Gempa Dangkal Darat Guncang Kota Bukittinggi

Genman Hasibuan menjelaskan, semula hanya ada empat ekor gajah yang menghuni Unit Konservasi Gajah Estate Ukui sejak 2006. Dan kini, populasi gajah di konservasi Ukui bertambah menjadi tujuh ekor gajah yakni, Mery, Carmen, Ika, Mira, gajah jantan diberinama Adei, Raja Arman, dan gajah yang baru lahir.

Konservasi Gajah Estate Ukui

Pada 1994, pemerintah mengeluarkan aturan yang mewajibkan perusahaan di bidang kehutanan dan perkebunan merawat satwa dilindungi yang terancam punah, di antaranya gajah.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BBKSDA RiauGajah Sumaterakonflik gajah liar dengan wargaKonservasi gajah sumateraProvinsi RiauPT RAPP

Editor

Next Post
Erupsi Gunung Api Marapi di Sumatera Barat pada 11 Januari 2023 puku 11.57 WIB. Foto esdm.go.id

Netizen Kesal, Komponen Seismik Gunung Marapi Kembali Dicuri

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media