Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kekeruhan Atmosfer Akibat Erupsi Gunung Merapi 2010 Turun 36 Persen

Jumat, 16 Agustus 2024
A A
Gunung Merapi pada 17 Agustus 2024. Foto Magma Indonesia.

Gunung Merapi pada 17 Agustus 2024. Foto Magma Indonesia.

Share on FacebookShare on Twitter

Teknik pengukuran produktivitas primer kotor yang digunakan meliputi teknik hasil panen, oksigen, dekomposisi sampah, radioaktif, serta penginderaan jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai GPP sebelum, selama, dan setelah erupsi Gunung Merapi.

“Kami juga ingin mengetahui koefisien pemadaman akibat erupsi dengan pendekatan nilai GPP, untuk merumuskan perubahan komponen neraca radiasi gelombang pendek akibat erupsi,” tambah Lilik.

Dari pemantauan satelit Aqua dan Terra MODIS, Lilik memperoleh data yang menunjukkan penurunan produktivitas primer kotor yang signifikan pada erupsi tahun 2006, 2010, dan 2023.

Baca Juga: Pantai Selatan DIY Rawan Abrasi dan Sedimentasi

Pada erupsi 2006, penurunan produktivitas primer kotor sebesar 3 persen tercatat antara pra dan pasca-erupsi. Lalu pada erupsi 2010, penurunan produktivitas primer kotor mencapai 36 persen. Sedangkan pada erupsi 2023, penurunan produktivitas primer kotor sebesar 11 persen.

“Perbedaan ini mungkin disebabkan energi kalor, jangkauan luncuran lahar panas, dan awan panas yang lebih besar pada erupsi 2010,” kata Lilik.

Faktor lain yang memengaruhi penurunan produktivitas primer kotor adalah waktu erupsi yang bertepatan dengan posisi matahari terhadap bumi, serta jenis tanaman yang terlibat dalam proses fotosintesis. Penelitian dilakukan dengan mengambil data di Taman Nasional Gunung Merapi. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: erupsi MerapiGunung Merapikekeruhan atmosferproduktivitas primer kotorTaman Nasonal Gunung Merapiturbiditas atmosfer

Editor

Next Post
Ilustrasi cuaca berawan. Foto lin2015/pixabay.com.

Pelajari Ilmu Aerosol untuk Rancang Strategi Hadapi Krisis Iklim

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media