Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kematian 2 Gajah Sumatera di Langkat

Kematian dua Gajah Sumatera betina di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, disimpulkan akibat perkelahian dengan gajah jantan yang memasuki masa musth.

Selasa, 19 April 2022
A A
Tim medis melakukan nekropsi pada gajah sumatera betina yang ditemukan mati di Dusun Aras Napal, Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto ksdea.menlhk.go.id

Tim medis melakukan nekropsi pada gajah sumatera betina yang ditemukan mati di Dusun Aras Napal, Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto ksdea.menlhk.go.id

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Dua Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) berkelamin betina ditemukan mati di areal Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara. Terungkap, caling (gading gajah betina) pada bangkai gajah telah dipotong dan diambil orang.

Penemuan ini bermula dari laporan warga pada Minggu, 10 April 2022. Bangkai gajah pertama kali ditemukan oleh seorang warga di areal kebun jeruk di Dusun Aras Napal Kanan, Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Setelah mengecek lokasi dan menemukan bangkai gajah sumatera, pada Rabu, 13 April 2022, Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) bersama lembaga mitra Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Center (YOSL-OIC), Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, dan tim medis Balai Besar KSDA Sumatera Utara, melakukan pengusutan dan nekropsi pada bangkai gajah tersebut.

Baca Juga: Manusia hingga Parasit Jadi Penyebab Gajah Sumatera Hampir Punah

Kepala SKW II Stabat, BBKSDA Sumut, Herbert BP Aritonang memaparkan, lokasi ditemukan bangkai gajah [areal HPT], diketahui merupakan jalur jelajah satwa gajah. Hasil nekropsi, ditemukan adanya luka tusukan benda tumpul di thorax dan abdomen, vulnusscissum (luka sayatan) benda tajam di caling, memar pada otot (rusuk kanan), luka pada kaki kanan, serta adanya luka benda tumpul pada abdomen yang mengakibatkan pendarahan pada organ bagian dalam sehingga menyebabkan kehilangan banyak darah sampai akhirnya mati.

“Tim menarik kesimpulan, gajah mati akibat kehabisan darah dan luka organ dalam akibat tusukan benda tumpul di bagian dada dan perut. Bekas tusukan identik dengan bekas tusukan gading jantan dewasa. Gajah betina didatangi oleh gajah jantan yang sedang masa musth kemudian menyerang dan memaksa untuk kawin, namun gajah betina yang tidak dalam periode estrus atau belum siap untuk kawin melakukan perlawanan sehingga akhirnya menyebabkan kematian gajah betina,” keterangan Herbert, dikutip dari laman ksdae.menlhk.go.id.

Baca Juga: Libur Lebaran: Anak-anak Tak Perlu Tes Antigen, Masyarakat Diimbau Tak ke Luar Negeri

Menurut Herbert, sehari setelah [gajah] mati, ada masyarakat yang menemukan cadavernya [bangkai gajah] di perladangan dan berupaya mengambil caling dengan menggunakan benda tajam. Terlihat bekas sayatan pada otot pengikat caling dan caling dipotong dengan terburu-buru sehingga sebagian besar masih tertinggal pada ototnya. Sedangkan caling sebelah kanan masih berada utuh di tubuh gajah. Bangkai gajah ini dikubur oleh tim SKW II Stabat.

Saat mengusut kematian gajah sumatera di kebun jeruk Aras Napal Kanan, Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, tim SKW II Stabat bersama lembaga mitra menemukan kerangka gajah di areal 242 Aras Napal yang merupakan habitat Orangutan Sumatera (Pongo abelii), Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dan gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus). Serta juga habitat  Rangkong Badak, Kukang, Trenggiling, Beruang Madu, Baning, Elang Brontok, Elang Gunung dan berbagai jenis burung lainnya. Temuan kerangka gajah ini i berawal dari laporan dari warga yang diterima SKW II Stabat, BBKSDA Sumut.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BBKSDA Sumutgajah liarGajah SumateraKabupaten LangkatKonservasi satwaProvinsi Sumatera Utara

Editor

Next Post
Episentrum gempa dangkal berpusat di darat dengan M5,2 yang mengguncang Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, pada Senin, 18 April 2022. Foto BMKG

Terkini, Gempa Halmahera Utara 274 Bangunan Rusak dan 2 Orang Terluka

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media