Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kematian 2 Gajah Sumatera di Langkat

Kematian dua Gajah Sumatera betina di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, disimpulkan akibat perkelahian dengan gajah jantan yang memasuki masa musth.

Selasa, 19 April 2022
A A
Tim medis melakukan nekropsi pada gajah sumatera betina yang ditemukan mati di Dusun Aras Napal, Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto ksdea.menlhk.go.id

Tim medis melakukan nekropsi pada gajah sumatera betina yang ditemukan mati di Dusun Aras Napal, Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto ksdea.menlhk.go.id

Share on FacebookShare on Twitter

Saat ditemukan, kondisi gajah sudah membusuk dan hanya menyisahkan tulang belulang yang berserakan, kerangka kepala ditemukan pada radius 5 meter.

Baca Juga: Gempa Susulan Halmahera Utara

Dalam kasus temuan kedua gajah mati ini, tim SKW II Stabat mengungkapkan, tidak dapat lagi dilakukan uji sampel. Sedangkan berdasarkan pengamatan forensik dari sisa kerangka, diduga penyebab kematian adalah akibat serangan gajah jantan dewasa

Hasil identifikasi forensik, gajah diperkirakan masih remaja dan berjenis kelamin betina. Tidak ditemukan caling di lokasi kejadian. Pada tengkorak kepala ditemukan beberapa bekas retakan. Hipotesa tim medis, penyebab retakan pada tengkorak kepala adalah akibat dari benturan benda tumpul yang sangat kuat diduga dari gading jantan dewasa.

Kematian kedua gajah sumatera jenis kelamin betina itu, SKW II Stabat, menyimpulkan, kedua gajah mati sebab perkelahian sesama gajah.

“Terhadap penemuan 2 gajah yang mati ini, menurut hipotesa tim medis disimpulkan penyebabnya adalah murni karena perkelahian atau tindak kekerasan yang dilakukan oleh sesama gajah, dan bukan karena perbuatan maupun tindakan manusia,” keterangan Herbet. [WLC01]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BBKSDA Sumutgajah liarGajah SumateraKabupaten LangkatKonservasi satwaProvinsi Sumatera Utara

Editor

Next Post
Episentrum gempa dangkal berpusat di darat dengan M5,2 yang mengguncang Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, pada Senin, 18 April 2022. Foto BMKG

Terkini, Gempa Halmahera Utara 274 Bangunan Rusak dan 2 Orang Terluka

Discussion about this post

TERKINI

  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media