Selasa, 30 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Terkini, Gempa Halmahera Utara 274 Bangunan Rusak dan 2 Orang Terluka

Rabu, 20 April 2022
A A
Episentrum gempa dangkal berpusat di darat dengan M5,2 yang mengguncang Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, pada Senin, 18 April 2022. Foto BMKG

Episentrum gempa dangkal berpusat di darat dengan M5,2 yang mengguncang Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, pada Senin, 18 April 2022. Foto BMKG

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data dampak gempa magnitudo 5,2 yang mengguncang Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Aktivitas gempa susulan di Halmahera Utara dilaporkan sudah 10 kali terjadi.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyebutkan, selain 274 bangunan mengalami kerusakan dampak gempa yang melanda Halmahera Utara pada Senin, 18 April 2022, menyebabkan dua orang terluka.

“Gempa bumi kemarin, telah menyebabkan dua orang warga luka ringan. Hasil perkembangan kaji cepat oleh tim BPBD Kabupaten Halmahera Utara hingga hari ini [Selasa, 19 April 2022], tercatat ada 69 unit rumah mengalami rusak berat, 45 rusak sedang, 159 rusak ringan dan 1 tempat ibadah rusak berat,” kata Abdul Muhari, Selasa, 19 April 2022.

Baca Juga: Kematian 2 Gajah Sumatra di Langkat

Gempa jenis dangkal yang berpusat di darat itu, berdampak 48 kepala keluarga dengan jumlah 215 jiwa. Laporan visual menunjukkan beberapa rumah warga mengalami roboh di bagian dinding bermaterial batako dan kayu.

“Beberapa warga terpaksa harus mengungsi ke rumah kerabat setelah rumah mereka mengalami kerusakan,” kata Muhari.

Wilayah yang terdampak lindu tersebut meliputi, Desa Towara, Desa Baratu, Desa Simau, Desa Soasio dan Desa Pune di Kecamatan Galela. Kemudian Desa Ngidiho, Desa Dokulamo, Desa Duma dan Desa Kira di Kecamatan Galela Barat.

Baca Juga: Gempa Halmahera Utara Rusak 101 Rumah, Ini Penyebab Gempa

“Tim BPBD Kabupaten Halmahera Utara terus melakukan monitoring dan pendataan di lokasi kejadian bencana. Mereka juga mengimbau kepada warga terdampak untuk tetap menjaga kewaspadaan sebagai antisipasi gempa bumi susulan,” imbuh Muhari.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: gempagempa dangkalGempa DaratGempa Halmahera Utaragempa terkinigempa TobeloKabupaten Halmahera UtaraProvinsi Maluku Utara

Editor

Next Post
Seniman ketoprak, Bondan Nusantara. Foto Twitter @CaulisItong

Bondan Nusantara, Maestro Ketoprak Yogyakarta Berpulang

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media