Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kepodang Kudung Hitam hingga Burung Hantu Kini Jarang Dijumpa di Kampus UNY

KPB Bionic UNY melakukan pengamatan burung-burung yang beterbangan di sekitar kampusnya. Sejumlah burung yang dulu mudah dijumpa, kini kian jarang ada.

Selasa, 29 November 2022
A A
Ilustrasi burung hantu. Foto ElvisCZ/pixabay.com

Ilustrasi burung hantu. Foto ElvisCZ/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kelompok Pengamat Burung Bionic Universitas Negeri Yogyakarta (KPB Bionic UNY) melakukan pendataan burung-burung yang beterbangan di sekitar kampus UNY. Pendataan berdasarkan pengamatan yang meliputi menganalisis jenis, jumlah, serta persebaran burung yang dilakukan di beberapa titik yang mencakup semua wilayah kampus UNY Karangmalang, Yogyakarta.

“Juga memberdayakan anggota KPB Bionic UNY dalam kegiatan eksplorasi burung dan habitatnya” kata Ketua KPB Bionic David Suharjanto, 25 November 2022.

Salah satu anggota Bionic, Desti Rohmawati mengatakan, hasil pendataan burung kampus tahun ini diperoleh sebanyak 33 spesies burung di kampus UNY. Setelah diukur dengan indeks keanekaragaman Shannon Wienner diperoleh data keanekaragaman burung di kampus UNY sebesar 2,65.

Baca Juga: Tim Sistem Peringatan Dini UGM Bisa Prediksi 1 hingga 4 Hari Sebelum Gempa

“Ini menunjukkan keanekaragaman burung di kampus UNY tergolong sedang,” kata Desti.

Saat ini terdapat beberapa spesies burung yang sulit dijumpai di kampus UNY, yaitu burung Kepodang Kuduk Hitam (Oriolus chinensis), Gelatik Jawa (Padda oryzivora), Elang-alap Cina (Accipiter soloensis), dan Serak Jawa (Tyto alba) atau burung hantu lumbung.

Kepodang adalah burung berkicau yang mempunyai bulu yang indah dan juga terkenal sebagai burung pesolek yang selalu tampil cantik, rapi, dan bersih termasuk dalam membuat sarang. Gelatik jawa adalah sejenis burung pengicau berukuran kecil, dengan panjang lebih kurang 15 centimeter dari suku Estrildidae. Burung gelatik Jawa memiliki kepala hitam, pipi putih dan paruh merah yang berukuran besar.

Baca Juga: Wacana Rice Cooker Gratis, Pakar UGM: Belum Ada Hitungan Pemanfaatan Energi Bersih

Elang-alap Cina merupakan jenis burung pemakan kodok, belalang, kadal, burung kecil yang memiliki habitat di hutan dataran rendah, hutan pegunungan, pesisir. Mereka tersebar sampai ketinggian 900 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Sedangkan serak jawa atau burung hantu lumbung atau burung hantu gudang merupakan spesies burung berukuran besar, mudah dikenali sebagai burung hantu putih. Wajah berbentuk jantung, warna putih dengan tepi cokelat. Mata menghadap ke depan merupakan ciri yang mudah dikenali.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: data keanekaragaman burungindeks keanekaragaman Shannon Wiennerkelompok pengamat burungKPB Bionic UNYpemerhati burungpengamatan burungriset ornitologiUNY

Editor

Next Post
Korban gempa Cianjur bertambah jadi 327 orang meninggal dunia. Foto BNPB, salah satu desa di Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang terdampak gempa.

Korban Gempa Cianjur Bertambah Lagi Jadi 327 Orang Meninggal Dunia

Discussion about this post

TERKINI

  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
  • Konferensi pers PCS 2026 bertema “Dekolonisasi Konservasi: Menegaskan Kedaulatan Rakyat atas Pengetahuan dan Tata Kelola Keanekaragaman Hayati di Indonesia” di GIK UGM, 1 September 2026. Foto Dok. PCS 2026.PCS 2026: Menjaga Keanekaragaman Hayati Tak Bisa Lepas dari Menjaga Masyarakat Adat
    In News
    Rabu, 2 September 2026
  • Ladang padi aktif dan hutan dalam satu lanskap sebagai gambaran sistem perladangan gulir balik masyarakat Dayak Iban Sungai Utik. Foto Dok. Rifki Sungkar/SITH ITB.Belajar Memahami Api dalam Sistem Perladangan Masyarakat Dayak Iban Sungai Utik
    In IPTEK
    Selasa, 1 September 2026
  • Karhutla di lahan gambut. Foto Dok. Walhi.Ribuan Titik Api di Lahan Gambut dan Konsesi, Walhi: Bukti Negara Gagal Memaksa Korporasi Bertanggung Jawab
    In Lingkungan
    Senin, 31 Agustus 2026
  • Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra utara, 31 Agustus 2026 pukul 11.19. Foto Dok. Magma Indonesia.Gunung Sinabung Berstatus Siaga, PVMBG: Dimungkinkan Terjadi Erupsi Lebih Besar
    In Bencana
    Senin, 31 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media