Sabtu, 7 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Wacana Rice Cooker Gratis, Pakar UGM: Belum Ada Hitungan Pemanfaatan Energi Bersih

Selasa, 29 November 2022
A A
Ilustrasi rice cooker. Foto Hans/pixabay.com

Ilustrasi rice cooker. Foto Hans/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pemerintah berencana membagikan 680 ribu unit rice cooker atau penanak nasi listrik secara gratis ke seluruh Indonesia melalui APBN Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) 2023. Kebijakan ini mendapat dukungan Komisi VII DPR. Sebelumnya, pemerintah berencana membagi-bagikan kompor listrik sebagai upaya konversi kompor gas elpiji menjadi kompor listrik. Wacana pengalihan kompor LPG ke listrik ini pun menuai berbagai tanggapan dari masyarakat.

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Fahmy Radhi menuturkan tujuan pembagian rice cooker untuk mendukung pemanfaatan energi bersih, meningkatkan konsumsi listrik per kapita, serta penghematan biaya memasak bagi masyarakat. Sebagai bagian dari diversifikasi penggunaan energi bersih yang menggunakan listrik, pembagian rice cooker gratis dinilai Fahmy cukup tepat.

“Sayangnya, pemerintah belum menghitung juga kontribusi pemanfatan energi bersih, peningkatan konsumsi listrik, dan penghematan menanak nasi dalam penggunaan 680 ribu rice cooker,” kata Fahmy mengingatkan, 28 November 2022.

Baca Juga: Agar Pengungsi Gempa Cianjur Tetap Sehat, Ribuan Nakes Disebar

Penggunaan rice cooker dapat dimanfaarkan keluarga penerima manfaat yang menggunakan daya listrik rendah, yakni 450 Volt Ampere (VA), baik untuk rice cooker berdaya 200 VA, maupun berdaya 300 VA.

Untuk rice cooker berdaya 200 VA dapat digunakan selama 24 jam. Namun untuk rice cooker berdaya 300 VA tidak dapat digunakan selama 24 jam terus menerus, terutama pada malam hari saat semua menyala.

“Agar lebih leluasa menggunakan rice cooker 300 VA, pelanggan listrik 450 VA harus mengubah menjadi 900 VA,” paparnya.

Baca Juga: Data Terbaru Jumlah Korban Meninggal Gempa Cianjur 323 Orang

Di sisi lain, pembagian rice cooker kurang tepat dan tidak efektif untuk menggantikan gas LPG 3 kilogram.

“Hampir bisa dibilang tidak dapat menggantikan LPG 3 kilogram sama sekali,” kata Fahmi.

Sebab, rice cooker hanya untuk menanak nasi. Sedangkan memasak lauk dan lainnya masih menggunakan kompor gas.

Baca Juga: Data Terkini Korban Gempa Cianjur 321 Orang Meninggal Dunia

Hingga kini, gas menjadi konten impor yang menyita subsidi cukup besar sehingga memberatkan APBN. Fahmi menyarankan Kementerian ESDM seharusnya memprioritaskan diversifikasi program penggunaan energi bersih melalui migrasi dari LPG 3 kilogram ke energi bersih, seperti menambah jaringan Jargas dan mempercepat gasifikasi batu bara yang lebih masif.

“Bukan program coba-coba yang tidak efektif dalam menggantikan LPG 3 kilogram yang menjadi permasalahan negeri ini selama ber tahun-tahun tanpa ada solusi,” imbuhnya.

Baca Juga: Pulau Maitara, Pulau Kaya Rempah di Lembar Uang Pecahan Seribu

DPR Setuju

Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti termasuk salah satu yang mendukung penuh program tersebut. Program tersebut dinilai bagian dari diversifikasi energi bersih tepat.

“Tentunya mendukung program pemerintah apapun yang berdampak baik pada masyarakat. Terkhusus pembagian 680 ribu penanak nasi dan juga penghangat nasi listrik,” kata Roro Esti, 28 November 2022.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: DPRenergi bersihKementerian ESDMkonversi kompor gas elpiji menjadi kompor listrikLPG 3 kilogrampenanak nasirice cookerUGMwarganet

Editor

Next Post
Peta Seismisitas Pulau Jawa 2009-Agustus 2020. Foto @DaryonoBMKG/Twitter

Tim Sistem Peringatan Dini UGM Bisa Prediksi 1 hingga 4 Hari Sebelum Gempa

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media