Rabu, 13 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kesemutan Separuh Badan, Waspada Gejala Stroke

Gejala stroke merupakan early warning system, sehingga perlu penanganan medis secara cepat.

Selasa, 1 Maret 2022
A A
Ilustrasi gejala stroke. Foto geralt/pixabay.com.

Ilustrasi gejala stroke. Foto geralt/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Tanda dan gejala stroke meliputi pasien yang tiba-tiba mengalami kesemutan separuh anggota gerak (dari kepala sampai kaki), mengalami kelemahan anggota gerak, bicara pelo dan mulutnya perot, penurunan kesadaran yang tiba-tiba, pasien mengalami kebingungan dan tidak bisa bicara, mengalami gangguan fungsi kognitif akut (semisal tiba-tiba menanyakan keluarga yang sudah meninggal, ingin pulang padahal sudah di rumah, kebingungan menyebutkan nama anggota, dan sebagainya), buta separuh lapang pandang (mata kanan atau kiri mengalami kegelapan), dan mengalami dizziness (bergoyang).

“Yang harus diketahui, gejala yang muncul bisa tunggal, bisa lebih ari satu. Jika awalnya tunggal lalu diikuti yang lain, itu menuju ke arah perburukan. Ini yang harus segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan penanganan stroke,” tutur Ismail.

Baca Juga: Anda Takut Gemuk? Biasakanlah Sarapan Pagi

Dia menjelaskan, ada dua macam faktor risiko yang dapat meningkatkan seseorang terkena stroke, yaitu faktor risiko yang dapat dikendalikan dan yang tak dapat dikendalikan. Faktor risiko yang tidak bisa dikendalikan antara lain umur, jenis kelamin tertentu, keturunan, dan orang yang pernah terkena stroke. Faktor risiko yang bisa dikendalikan antara lain diabetes, obesitas, hipertensi, kurang aktivitas dan olahraga, merokok, alkohol, dan sebagainya.

Namun stroke dapat dicegah dengan pola hidup yang sehat, seperti makan makanan sehat, olahraga teratur, tidak merokok, minum alkohol sesuai takaran. Juga menurunkan tingkat kolesterol dan tekanan darah tinggi, serta menjaga kadar normal gula darah. [WLC02]

Sumber: ugm.ac.id, 14 Februari 2022

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: early warning systemgejala strokekesemutanpembuluh darahpenyakit stroke

Editor

Next Post
Gajah Sumatera. Foto ugm.ac.id.

Manusia hingga Parasit Jadi Penyebab Gajah Sumatera Hampir Punah

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi kualitas udara di kota besar yang memburuk. Foto Yamu_Jay/Pixabay.com.Walhi: Pantauan Kualitas Udara Lima Kota Besar Indonesia Memburuk
    In News
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Bergadder/Pixabay.com.Mengenal Hantavirus, Penyakit Zoonosis dengan Rantai Penularan Utama dari Tikus
    In Rehat
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Mengapati dan mendokumentasikan letusan Gunung Sakurajima di Jepang pada 2013 dari jauh. Foto Dok. Mirzam Abdurrachman.Erupsi Dukono, Pentingnya Pemahaman Risiko dan Peringatan Dini yang Mudah Dipahami
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Salah satu jenis anggrek Merapi. Foto Dok. TNG Merapi.Anggrek Merapi, Beraroma Wangi dan Mampu Bertahan Saat Erupsi
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media