Kamis, 9 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kesemutan Separuh Badan, Waspada Gejala Stroke

Gejala stroke merupakan early warning system, sehingga perlu penanganan medis secara cepat.

Selasa, 1 Maret 2022
A A
Ilustrasi gejala stroke. Foto geralt/pixabay.com.

Ilustrasi gejala stroke. Foto geralt/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Tanda dan gejala stroke meliputi pasien yang tiba-tiba mengalami kesemutan separuh anggota gerak (dari kepala sampai kaki), mengalami kelemahan anggota gerak, bicara pelo dan mulutnya perot, penurunan kesadaran yang tiba-tiba, pasien mengalami kebingungan dan tidak bisa bicara, mengalami gangguan fungsi kognitif akut (semisal tiba-tiba menanyakan keluarga yang sudah meninggal, ingin pulang padahal sudah di rumah, kebingungan menyebutkan nama anggota, dan sebagainya), buta separuh lapang pandang (mata kanan atau kiri mengalami kegelapan), dan mengalami dizziness (bergoyang).

“Yang harus diketahui, gejala yang muncul bisa tunggal, bisa lebih ari satu. Jika awalnya tunggal lalu diikuti yang lain, itu menuju ke arah perburukan. Ini yang harus segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan penanganan stroke,” tutur Ismail.

Baca Juga: Anda Takut Gemuk? Biasakanlah Sarapan Pagi

Dia menjelaskan, ada dua macam faktor risiko yang dapat meningkatkan seseorang terkena stroke, yaitu faktor risiko yang dapat dikendalikan dan yang tak dapat dikendalikan. Faktor risiko yang tidak bisa dikendalikan antara lain umur, jenis kelamin tertentu, keturunan, dan orang yang pernah terkena stroke. Faktor risiko yang bisa dikendalikan antara lain diabetes, obesitas, hipertensi, kurang aktivitas dan olahraga, merokok, alkohol, dan sebagainya.

Namun stroke dapat dicegah dengan pola hidup yang sehat, seperti makan makanan sehat, olahraga teratur, tidak merokok, minum alkohol sesuai takaran. Juga menurunkan tingkat kolesterol dan tekanan darah tinggi, serta menjaga kadar normal gula darah. [WLC02]

Sumber: ugm.ac.id, 14 Februari 2022

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: early warning systemgejala strokekesemutanpembuluh darahpenyakit stroke

Editor

Next Post
Gajah Sumatera. Foto ugm.ac.id.

Manusia hingga Parasit Jadi Penyebab Gajah Sumatera Hampir Punah

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi tanaman sorgum. Foto RJA1988/Pixabay.com.Kerentanan Pangan Akibat El Nino dan Kemarau Panjang 2026: Kekeringan hingga Ancaman Hama
    In IPTEK
    Senin, 29 Juni 2026
  • Penambangan nikel. Foto djkn.kemenkeu.go.id.Walhi: Kemiskinan Indonesia Naik Akibat Ekonomi Dibangun di Atas Kerusakan Lingkungan
    In News
    Minggu, 28 Juni 2026
  • Ilustrasi forest healing. Foto Pexels/Pixabay.com.Healing Forest Tak Bisa Sembarangan, Apa Syaratnya?
    In Traveling
    Minggu, 28 Juni 2026
  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Rob mengepung rumah nelayan di pesisir utara Jawa Tengah. Foto Iven Sumardiyantoro/peneliti independen.Pembangunan Abaikan Krisis Iklim Mengancam Hak Generasi Anak-anak Pesisir
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media