Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kolaborasi Antarnegara Teliti Asal Populasi Pari Manta di Indonesia

Mengapa penelitian tentang asal populasi ikan pari manta di Indonesia perlu penelitian kolektif beberapa negara?

Rabu, 3 Januari 2024
A A
Ikan pari manta. Foto nusapenida.org.

Ikan pari manta. Foto nusapenida.org.

Share on FacebookShare on Twitter

“Kalau kami terus lakukan advokasi kepada nelayan, mudah-mudahan mereka melepaskan,” jelas Alex.

Lokasi penelitian dipilih di Palabuhanratu dan Cilacap setelah melalui berbagai pertimbangan. Salah satunya berdasar hasil risetnya yang menemukan sejumlah sentra penangkapan ikan pari yang tidak disengaja di Indonesia. Alex juga mengatakan dari penelitian ini menghasilkan banyak penelitian dengan skala yang lebih kecil.

Mini riset dilakukan mahasiswa untuk mengidentifikasi isi perut ikan pari manta. Hasil dari penelitian itu adalah informasi mengenai kebiasaan makan pari manta.

Baca Juga: Mengenal Beragam Terumbu Karang di Eduminawisata SFV Bangsring Banyuwangi

“Jadi kami tahu feeding habit-nya, sehingga nanti bisa menjawab bahwa untuk kawasan-kawasan habitat tertentu, jenis plankton ini harus menjadi bagian dari konservasi. Habitatnya kami jaga supaya tidak terjadi booming plankton, tidak terjadi penurunan level dari kepadatan plankton, dan sebagainya,” papar Alex.

Informasi lain yang sudah didapatkan adalah membandingkan antara DNA pari yang berlokasi di Cilacap dan di Palabuhanratu. Penelitian tersebut mendapatkan hasil, bahwa keduanya memang serupa dan besar dari populasi yang sama.

“Untuk publikasi besar akan melibatkan informasi dari semua negara yang terlibat dalam penelitian. Apakah berasal dari populasi yang sama. Kami juga ingin tahu kondisi oseanografi apa yang paling suitable untuk habitat hidup mereka,” imbuh Alex. [WLC02]

Sumber: Universitas Padjajaran

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: booming planktonidentitas DNAikan pari mantapenelitian kolektifUnpad

Editor

Next Post
Pakar gempa ITB, Prof. Irwan Meilano. Foto Dok.ITB.

Irwan Meilano: Gempa Ishikawa Bukan Terkuat di Jepang, Tapi Picu Tsunami

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media