Senin, 23 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kolaborasi Teknologi dan Seni Hasilkan Kaki Buatan yang Fleksibel

Membuat produk yang bermanfaat untuk difabel semestinya juga berdasarkan masukan dan kebutuhan masyarakat difabel.

Minggu, 29 Januari 2023
A A
Kaki buatan produk kolaborasi keilmuan di ITB dipatenkan. Foto itb.ac.id.

Kaki buatan produk kolaborasi keilmuan di ITB dipatenkan. Foto itb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

“Supaya lutut prostetik yang dihasilkan nanti mampu digunakan untuk berjalan layaknya lutut normal,” kata Tata dalam Dialog Seni dan Teknologi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITB bertajuk “Aesthetics and Biomechanics” pada 18 Januari 2023.

Kemudian pada tahun yang sama, mahasiswi Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Rahma Ari Fauziah mengajukan diri untuk mendesain lutut prostetik tersebut. Berbeda dengan pendekatan saintifik yang dilakukan Tim Biomekanika ITB, Rahma memulai penentuan desain dari pengamatan dan wawancara langsung kepada masyarakat difabel. Tujuannya untuk mengetahui kebutuhan desain dari sisi manusia atau penggunanya.

Baca Juga: Ulos, Lambang Ikatan Kasih Sayang Masyarakat Batak

Dari pendekatan tersebut, kemudian diketahui bahwa pengguna menginginkan lutut prostetik yang lebih fleksibel. Semisal dapat digunakan untuk bersila dan salat. Masukan-masukan pengguna itu ditindaklanjutioleh Tim Biomekanika. Kemudian dilanjutkan dengan penyempurnaan desain bentuk lutut prostetik yang lebih estetik serta ergonomis oleh Rahma.

Proses kolaboratif tersebut akhirnya menghasilkan desain lutut prostetik yang nyaman dan estetik dengan harga terjangkau.

“Kolaborasi seperti inilah yang sebenarnya diperlukan untuk merespons berbagai persoalan aplikatif saat ini. Sebab tiap-tiap bidang ilmu tidak mampu menghasilkan produk yang optimal apabila bekerja sendiri-sendiri,” papar Tata. [WLC02]

Sumber: ITB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: kaki prostetikkolaborasi keilmuankolaborasi teknologi dan senimasyarakat difabelTim Biomekanika ITB

Editor

Next Post
Hutan hujan tropis Sumatera di kawasan ekowisata Tangkahan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang merupakan bagian Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Foto Dok Wanaloka.com.

Upaya Keluarkan Hutan Hujan Tropis Sumatera TNGL dari Daftar Dalam Bahaya UNESCO

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media