Senin, 10 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ulos, Lambang Ikatan Kasih Sayang Masyarakat Batak

Dahulu, tenun ulos hanya digunakan untuk upacara adat. Sekarang bisa dipakai sehari-hari.

Sabtu, 28 Januari 2023
A A
Ulos, kain tenun khas masyarakat Batak, Sumatera Utara. Foto kemenparekraf.go.id.

Ulos, kain tenun khas masyarakat Batak, Sumatera Utara. Foto kemenparekraf.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Ulos memiliki makna mendalam bagi masyakarat Batak di Sumatera Utara. Ulos diumpamakan seperti rotan atau biasa disebut hotang dalam bahasa Batak. Rotan terkenal sebagai bahan pengikat yang sangat kuat. Lantaran itu pula, ulos dilambangkan sebagai ikatan kasih sayang yang kuat dalam hubungan keluarga.

Ulos berbentuk kain yang dibuat dengan cara ditenun. Salah satunya di Galeri Ulos Sianipar dan UKM Bersama merupakan tempat menjual dan proses menenun kain ulos yang berlokasi di daerah Pasar Merah, Medan, Sumatra Utara. Dari galeri menuju rumah tenun membutuhkan waktu untuk berjalan sejauh 150 meter. Di rumah tenun itu, sekitar 150 penenun memproduksi beragam jenis ulos dengan alat tenun yang masih tradisional.

Baca Juga: Tradisi Lo Hei, Angkat Sumpit Isi Yu Sheng Setinggi-tingginya Saat Imlek

Pemilik Galeri Ulos Sianipar, Robert Maruli Tua Sianipar menjelaskan, galeri itu telah berdiri sejak 1992. Galeri Ulos Sianipar menawarkan berbagai jenis kerajinan mulai dari kain ulos, songket, baju, tas, dompet, sandal, sepatu, pernak-pernik, hingga makanan ringan.

Kerajinan tenun ulos juga dilakukan pengrajin di Kampung Silahisabungan Desa Silalahi, Silahisabungan, Dairi, Sumatera Utara. Kerajinan itu telah dibuat secara turun-temurun. Awalnya, mereka membuat ulos untuk upacara adat. Perkembangannya, aneka ulos bisa digunakan dalam kegiatan sehari-hari.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Danau Tobamasyarakat Batakpewarna alamitenun ulosulos

Editor

Next Post
Warga korban banjir menunjukkan bekas ketinggian banjir yang menerjang rumahnya di Jalan Raya Bailang, Lingkungan 1, Kelurahan Bailang, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Sulawesi Utara, Sabtu, 28 Januari 2023. Foto BNPB.

Menewaskan 5 Orang Ini Data Lengkap Banjir dan Longsor di Kota Manado

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media