Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ulos, Lambang Ikatan Kasih Sayang Masyarakat Batak

Dahulu, tenun ulos hanya digunakan untuk upacara adat. Sekarang bisa dipakai sehari-hari.

Sabtu, 28 Januari 2023
A A
Ulos, kain tenun khas masyarakat Batak, Sumatera Utara. Foto kemenparekraf.go.id.

Ulos, kain tenun khas masyarakat Batak, Sumatera Utara. Foto kemenparekraf.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Ulos memiliki makna mendalam bagi masyakarat Batak di Sumatera Utara. Ulos diumpamakan seperti rotan atau biasa disebut hotang dalam bahasa Batak. Rotan terkenal sebagai bahan pengikat yang sangat kuat. Lantaran itu pula, ulos dilambangkan sebagai ikatan kasih sayang yang kuat dalam hubungan keluarga.

Ulos berbentuk kain yang dibuat dengan cara ditenun. Salah satunya di Galeri Ulos Sianipar dan UKM Bersama merupakan tempat menjual dan proses menenun kain ulos yang berlokasi di daerah Pasar Merah, Medan, Sumatra Utara. Dari galeri menuju rumah tenun membutuhkan waktu untuk berjalan sejauh 150 meter. Di rumah tenun itu, sekitar 150 penenun memproduksi beragam jenis ulos dengan alat tenun yang masih tradisional.

Baca Juga: Tradisi Lo Hei, Angkat Sumpit Isi Yu Sheng Setinggi-tingginya Saat Imlek

Pemilik Galeri Ulos Sianipar, Robert Maruli Tua Sianipar menjelaskan, galeri itu telah berdiri sejak 1992. Galeri Ulos Sianipar menawarkan berbagai jenis kerajinan mulai dari kain ulos, songket, baju, tas, dompet, sandal, sepatu, pernak-pernik, hingga makanan ringan.

Kerajinan tenun ulos juga dilakukan pengrajin di Kampung Silahisabungan Desa Silalahi, Silahisabungan, Dairi, Sumatera Utara. Kerajinan itu telah dibuat secara turun-temurun. Awalnya, mereka membuat ulos untuk upacara adat. Perkembangannya, aneka ulos bisa digunakan dalam kegiatan sehari-hari.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Danau Tobamasyarakat Batakpewarna alamitenun ulosulos

Editor

Next Post
Warga korban banjir menunjukkan bekas ketinggian banjir yang menerjang rumahnya di Jalan Raya Bailang, Lingkungan 1, Kelurahan Bailang, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Sulawesi Utara, Sabtu, 28 Januari 2023. Foto BNPB.

Menewaskan 5 Orang Ini Data Lengkap Banjir dan Longsor di Kota Manado

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media