Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Komisi IV DPR Soroti Bencana Akibat Pertambangan, Pemerintah Gas Pol

Kamis, 6 Juni 2024
A A
Bencana banjir dan longsor di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan yang dipicu pertambangan di hulu, 3 Mei 2024. Foto Dok. BPBD Luwu.

Bencana banjir dan longsor di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan yang dipicu pertambangan di hulu, 3 Mei 2024. Foto Dok. BPBD Luwu.

Share on FacebookShare on Twitter

Setelah data lengkap, pihaknya akan mendorong regulasinya. Sebab menurut dia, lahan kritis dari dampak pertambangan adalah masalah bersama yang penyelesaiannya harus dilakukan secara bersama melalui tim percepatan lintas kementerian.

Sekda Kepulauan Bangka Belitung Fery Afriyanto menyambut baik rencana pembentukan tim percepatan rehabilitasi lahan kritis di Bangka Belitung.

“Prinsipnya, Pemprov (Kepulauan Babel) akan mendukung. Jika segera terbentuk, maka kegiatan rehab lahan kritis di Bangka Belitung dapat cepat dilaksanakan,” ucap Fery.

Baca juga: Din Syamsuddin, Muhammadiyah Harus Tolak Konsesi Tambang karena Lingkaran Setan

Dukung Pertambangan Berkelanjutan

Terkait kasus-kasus dampak pertambangan di berbagai wilayah di Indonesia, Pemerintah justru terus mendukung industri pertambangan dengan dalih perusahaan tambang dapat menunjukkan komitmen keberlanjutan dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Menurut Staf Ahli Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Lana Saria, bahwa transformasi industri pertambangan dinilai penting untuk menjawab tantangan perubahan iklim dan kebutuhan energi bersih.

“Dengan kerja sama dan komitmen bersama, kami dapat membangun masa depan yang lebih cerah dan hijau untuk Indonesia,” klaim Lana Saria saat menyampaikan sambutan pada Indonesia Miner Conference and Exhibition 2024 di Westin Hotel di Jakarta pada 4 Juni 2024.

Alasan dia, kekayaan mineral dan batubara yang dimiliki Indonesia akan memudahkan negeri ini memegang posisi strategis secara global dalam impelementasi pertambangan berkelanjutan.

Baca juga: Selama Awal Juni 2024, Gunung Lewotobi Laki-laki 17 Kali Erupsi

“Dari nikel, tembaga, hingga tanah jarang. Sumber daya kita adalah kunci bagi teknologi masa depan. Namun, kami harus memastikan eksploitasi sumber daya ini tidak merusak lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal,” tambah Lana.

Indonesia dinilai telah menunjukkan bahwa industri pertambangan dapat menjadi motor penggerak pembangunan berkelanjutan, membawa manfaat ekonomi sekaligus melindungi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Saat ini industri tambang juga mulai mengintegrasikan sumber energi bersih dalam operasi mereka, termasuk tenaga surya dan angin. Selain itu, teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) juga mulai diterapkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari proses penambangan dan pengolahan.

Baca juga: Fahmy Radhi, WIUPK Membuat Ormas Keagamaan Terjerembab di Dunia Hitam Tambang

Lana menambahkan langkah ini penting untuk menuju net zero emission.

“Dengan meningkatkan efisiensi energi dan memanfaatkan teknologi hijau, kami tidak hanya melindungi lingkungan. Namun juga meningkatkan daya saing industri pertambangan Indonesia di pasar global,” imbuh Lana.

Selain itu, Indonesia juga fokus pada pengembangan mineral tanah jarang yang penting untuk berbagai teknologi hijau, seperti baterai kendaraan listrik dan turbin angin.

Baca juga: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Masa Peralihan Kemarau hingga 9 Juni 2024

“Permintaan global untuk mineral kritis ini terus meningkat, dan Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemasok utama,” kata dia.

Indonesia Miner Conference and Exhibition memberi kesempatan pada perusahaan tambang untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat terkait industri serta kinerja dan inovasi. Pengunjung juga memiliki kesempatan terlibat dalam diskusi dengan berbagai topik yang menarik serta peluang jejaring dalam industri pertambangan. [WLC02]

Sumber: DPR, Kementerian ESDM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Banjir dan Longsor LuwuKementerian ESDMKomisi IV DPRlahan kritisnet zero emissionspertambangan berkelanjutanreklamasi kawasan tambang

Editor

Next Post
Acara Istighotsah Akbar dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 di Padarincang, Banten. Foto Walhi.

Delapan Alasan Walhi Menolak Konsesi Tambang untuk Ormas Keagamaan

Discussion about this post

TERKINI

  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
  • Pemeriksaan bangkai gajah yang ditemukan di kawasan lindung Blok Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau. Foto Kementerian Kehutanan.Kementerian Kehutanan Janji Ungkap Pemodal dan Aktor Intelektual Kematian Gajah di Riau
    In News
    Senin, 9 Februari 2026
  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media