Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kondisi Atmosfer 2023 Labil, Waspada Banjir Bandang dan Kekeringan

Hujan deras di atas rata-rata diperkirakan masih mendominasi bencana hidrometeorologi pada 2023. Sebaliknya, bencana kekeringan pun masih mendera di sebagian wilayah di Indonesia.

Kamis, 20 Oktober 2022
A A
Salah satu rumah penduduk di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor pada Minggu dinihari, 12 Juni 2022. Foto Dok BNPB

Salah satu rumah penduduk di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor pada Minggu dinihari, 12 Juni 2022. Foto Dok BNPB

Share on FacebookShare on Twitter

Potensi Karhutla 2023 Lebih Tinggi

Sedangkan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan dan kebakaran lahan dan hutan selama periode kemarau normal pada 2023, umumnya terjadi di wilayah Riau, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, sebagian Kalimantan khususnya bagian barat, tengah dan selatan, serta sebagian Sulawesi Selatan, Jawa Barat bagian utara, Jawa Tengah bagian selatan, Jawa Timur bagian timur, Bali Utara, sebagian Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: La Nina Triple Dip Berulang hingga 2023, Waspada Penyakit Musim Penghujan

“Potensi kebakaran hutan dan lahan pada 2023 lebih tinggi dibandingkan 2020, 2021, dan 2022 yang kemaraunya bersifat basah,” terang Dwikorita.

Pelakasana Tugas, Deputi Klimatologi, Dodo Gunawan menambahkan, suhu pada 2023 diprediksi lebih hangat dibanding rata-rata.

“Tapi kemungkinan terjadi fenomena gelombang panas (heatwave) di wilayah Indonesia sangat kecil,” kata Dodo.

Sebab wilayah Indonesia dikelilingi lautan yang lebih luas dari luas daratan. Serta memiliki kelembaban udara tinggi yang berperan sebagai ‘radiator’ atau pendingin.

Baca Juga: Gajah Betina Mati di Aceh Timur Diduga Makan Bahan Pupuk

Gelombang panas merupakan fenomena aliran udara panas yang berkepanjangan selama lima hari atau lebih secara berturut-turut. Dimana suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5°C atau lebih. Fenomena ini terjadi karena ada udara panas terperangkap di suatu wilayah, akibat adanya anomali dinamika atmosfer yang mengakibatkan aliran udara tidak bergerak dalam skala yang luas.

Puncak Penghujan Desember 2022 dan Januari 2023

Berdasarkan hasil monitoring dan prediksi BMKG, kondisi suhu muka laut di wilayah Indonesia pada September hingga November 2022 dalam kondisi hangat. Suhu itu diprediksi akan menurun menuju kondisi normal mulai Desember 2022 hingga Mei 2023.

Awal musim penghujan 2022 sudah dimulai sejak September. Sedangkan puncak musim penghujan diprediksi terjadi pada Desember 2022 dan Januari 2023. Namun beberapa daerah sudah mengalami banjir seperti Bali, Aceh, dan pesisir selatan Pulau Jawa.

Baca Juga: Gagal Ginjal Akut pada Anak Capai 189 Kasus, Waspada Gejala Khasnya

“Yang perlu diwaspadai adalah munculnya berbagai penyakit selama musim penghujan,” kata Dodo.

Mengingat, banyak genangan air, perubahan suhu lingkungan yang drastis dapat memicu dan membuat daya tahan tubuh seseorang lebih rentan terserang berbagai penyakit. Seperti influenza, demam berdarah, diare, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hingga leptospirosis akibat banjir. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: banjirbanjir bandangbencana hidrometeorologiBMKGkarhutlakekeringanmitigasi bencanatanah longsor

Editor

Next Post
Penanganan banjir Trenggalek, BPBD Jawa Timur menyiapkan bantuan logistik dan peralatan untuk warga terdampak banjir dan tanah longsor. Foto Dok BNPB.

Banjir Trenggalek, Satu Orang Meninggal Dunia dan Ribuan Rumah Terendam

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media