Sabtu, 5 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gagal Ginjal Akut pada Anak Capai 189 Kasus, Waspada Gejala Khasnya

Rabu, 19 Oktober 2022
A A
Ilustrasi anak-anak Indonesia. Foto aditiotantra/pixabay.com.

Ilustrasi anak-anak Indonesia. Foto aditiotantra/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Berasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) jumlah kasus gagal ginjal akut yang menyerang anak usia 6 bulan-18 tahun meningkat sejak Agustus lalu. Per tanggal 18 Oktober 2022 dilaporkan mencapai 189 kasus yang didominasi anak usia 1-5 tahun. Temuan kasus tersebut di Indonesia sejak awal 2022 lalu.

Kemenkes meminta orang tua tidak panik, melainkan tetap tenang dan waspada. Terutama apabila anak mengalami gejala yang mengarah kepada gagal ginjal akut seperti ada diare, mual, muntah, demam selama 3-5 hari, batuk, pilek, sering mengantuk.

Langkah awal yang dilakukan orang tua adalah memantau kondisi anak. Juga memastikan anak yang sakit tercukupi kebutuhan cairan tubuhnya dengan minum air. Apabila anak mengalami keluhan mengarah pada penyakit gagal ginjal akut, sebaiknya orang tua segera konsultasi ke tenaga kesehatan.

Baca Juga: Gajah Betina Mati di Aceh Timur Diduga Makan Bahan Pupuk

“Jangan ditunda atau mencari pengobatan sendiri,” kata Pelaksana Tugas Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes, dokter Yanti Herman.

Gejala khas yang perlu diwaspadai orang tua adalah jumlah air seni semakin sedikit, bahkan tidak bisa buang air kecil sama sekali. Juga perubahan warna pada urine menjadi kuning pekat atau kecokelatan. Orang tua harus segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Terutama kondisi tersebut dialami anak selama 6-8 jam (saat siang hari),” tegas Yanti.

Baca Juga: La Nina Triple Dip Berulang hingga 2023, Waspada Penyakit Musim Penghujan

Langkah lain dari Kemkes adalah menerbitkan Tata Laksana dan Manajemen Klinis Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) pada Anak di Fasilitas Pelayanan Kesehatan melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02./2/I/3305/2022.
Surat keputusan yang diterbitkan pada 28 September 2022 tersebut bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dini sekaligus sebagai acuan bagi fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberikan penanganan medis kepada pasien gagal ginjal akut.

“Isinya memuat pedoman serangkaian kegiatan oleh tenaga medis dan tenaga kesehatan lain dalam menangani pasien gangguan ginjal akut progresif atipikal sesuai indikasi medis,” kata Yanti.

Baca Juga: UNS Kembangkan Alarm Warna-Warni untuk Peringatan Dini Banjir Bagi Difabel

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: buang air kecilgagal ginjal akutgagal ginjal akut pada anakIDAIKemkesTata Laksana dan Manajemen Klinis Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikalurine

Editor

Next Post
Harimau sumatera Siti Mulye Putri Reyko yang dilepasliarkan di hutan lindung Sangir, Aceh, 18 Oktober 2022. Foto ppid.menlhk.go.id

Lepas dari Jerat, Siti Reuko Kembali Mengaum di Hutan Sangir Aceh

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media