Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kongres ILC di Bali, Indonesia Target Eliminasi Kusta di 11 Daerah

Jumat, 4 Juli 2025
A A
Ilustrasi penderita kusta atau lepra. Foto Dinkes Jakarta.

Ilustrasi penderita kusta atau lepra. Foto Dinkes Jakarta.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Sasakawa Health Foundation (SHF) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan menggelar International Leprosy Congress (ILC) di Nusa Dua, Bali pada 7 Juli 2025. Kongres ini merupakan bagian dari upaya global untuk mempercepat eliminasi kusta yang diikuti 719 peserta dari 23 negara.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr. Ina Agustina Isturini menyampaikan bahwa kongres ini bertujuan memperkuat kolaborasi lintas negara. Sekaligus menjadi forum pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam penanganan kusta.

“Selain memperkuat komitmen, pertemuan ini adalah kesempatan emas untuk bisa mendapatkan masukan dari para ahli maupun para penyintas yang usulannya akan bermanfaat untuk akselerasi eliminasi kusta di Indonesia,” ujar Ina dalam konferensi pers daring, Jumat, 4 Juli 2025.

Baca juga: BMKG Ingatkan Lagi, Cuaca Liburan Sekolah Masih Dinamis dan Ekstrem

Salah satu agenda utama dalam kongres ini adalah penandatanganan komitmen oleh lima kepala daerah dari wilayah dengan beban kusta tertinggi, yaitu Kabupaten Bekasi, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Brebes, Kabupaten Sampang, dan Kota Jayapura. Penandatanganan ini menandai keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung upaya eliminasi.

“Kusta sering tidak menjadi perhatian di berbagai negara, namun menjadi perhatian pemerintah Indonesia. Dan ini menjadi salah satu prioritas yang masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional pada Perpres 12 Tahun 2025,” ujar Ina.

Prof. Takahiro Nanri dari Sasakawa Health Foundation menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam menghapus kusta dan stigma sosial yang melekat.

Baca juga: Pesut Mahakam Tinggal 62 Ekor Akibat Limbah Tambang dan Domestik

“Kami bekerja sama dengan WHO dan sudah mencapai 50 tahun. Kami melalui WHO membantu sekitar 40 negara termasuk Indonesia untuk eliminasi kusta,” kata dia.

Ia menyebut SHF telah mengalokasikan dana sebesar 200 juta dolar AS untuk mendukung eliminasi kusta secara global. Termasuk bagi Indonesia melalui mekanisme kerja sama dengan WHO.

Ia juga menegaskan kusta bukan hanya isu medis, tetapi juga persoalan sosial dan hak asasi manusia. Sasakawa juga membantu lebih dari 30 organisasi di lebih dari 25 negara yang berfokus pada pemberdayaan orang-orang yang pernah mengalami kusta.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: eliminasi kustaInternational Leprosy CongressKementerian KesehatanPerpres 12 Tahun 2025

Editor

Next Post
Ilustrasi lansia memakai masker. Foto Surprising_Shots/pixabay.com.

Mengenal Nimbus, Varian SARS-CoV-2 Dalam Pantauan WHO

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media