Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kongres ILC di Bali, Indonesia Target Eliminasi Kusta di 11 Daerah

Jumat, 4 Juli 2025
A A
Ilustrasi penderita kusta atau lepra. Foto Dinkes Jakarta.

Ilustrasi penderita kusta atau lepra. Foto Dinkes Jakarta.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Sasakawa Health Foundation (SHF) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan menggelar International Leprosy Congress (ILC) di Nusa Dua, Bali pada 7 Juli 2025. Kongres ini merupakan bagian dari upaya global untuk mempercepat eliminasi kusta yang diikuti 719 peserta dari 23 negara.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr. Ina Agustina Isturini menyampaikan bahwa kongres ini bertujuan memperkuat kolaborasi lintas negara. Sekaligus menjadi forum pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam penanganan kusta.

“Selain memperkuat komitmen, pertemuan ini adalah kesempatan emas untuk bisa mendapatkan masukan dari para ahli maupun para penyintas yang usulannya akan bermanfaat untuk akselerasi eliminasi kusta di Indonesia,” ujar Ina dalam konferensi pers daring, Jumat, 4 Juli 2025.

Baca juga: BMKG Ingatkan Lagi, Cuaca Liburan Sekolah Masih Dinamis dan Ekstrem

Salah satu agenda utama dalam kongres ini adalah penandatanganan komitmen oleh lima kepala daerah dari wilayah dengan beban kusta tertinggi, yaitu Kabupaten Bekasi, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Brebes, Kabupaten Sampang, dan Kota Jayapura. Penandatanganan ini menandai keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung upaya eliminasi.

“Kusta sering tidak menjadi perhatian di berbagai negara, namun menjadi perhatian pemerintah Indonesia. Dan ini menjadi salah satu prioritas yang masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional pada Perpres 12 Tahun 2025,” ujar Ina.

Prof. Takahiro Nanri dari Sasakawa Health Foundation menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam menghapus kusta dan stigma sosial yang melekat.

Baca juga: Pesut Mahakam Tinggal 62 Ekor Akibat Limbah Tambang dan Domestik

“Kami bekerja sama dengan WHO dan sudah mencapai 50 tahun. Kami melalui WHO membantu sekitar 40 negara termasuk Indonesia untuk eliminasi kusta,” kata dia.

Ia menyebut SHF telah mengalokasikan dana sebesar 200 juta dolar AS untuk mendukung eliminasi kusta secara global. Termasuk bagi Indonesia melalui mekanisme kerja sama dengan WHO.

Ia juga menegaskan kusta bukan hanya isu medis, tetapi juga persoalan sosial dan hak asasi manusia. Sasakawa juga membantu lebih dari 30 organisasi di lebih dari 25 negara yang berfokus pada pemberdayaan orang-orang yang pernah mengalami kusta.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: eliminasi kustaInternational Leprosy CongressKementerian KesehatanPerpres 12 Tahun 2025

Editor

Next Post
Ilustrasi lansia memakai masker. Foto Surprising_Shots/pixabay.com.

Mengenal Nimbus, Varian SARS-CoV-2 Dalam Pantauan WHO

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media