Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengenal Nimbus, Varian SARS-CoV-2 Dalam Pantauan WHO

Masyarakat diimbau tidak panik, tetapi tetap waspada dengan cara menerapkan protokol kesehatan, menjaga imunitas, dan melengkapi vaksinasi, terutama bagi kelompok rentan.

Jumat, 4 Juli 2025
A A
Ilustrasi lansia memakai masker. Foto Surprising_Shots/pixabay.com.

Ilustrasi lansia memakai masker. Foto Surprising_Shots/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Varian baru virus SARS-CoV-2 yang dikenal dengan nama Nimbus atau varian NB.1.8.1 mulai menarik perhatian dunia setelah penyebarannya meningkat di sejumlah negara Asia. Varian Nimbus diketahui merupakan turunan dari varian Omicron yang telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai Variant Under Monitoring (VUM) sejak 23 Mei 2025.

“Saat ini, memang varian Nimbus sedang menjadi dominan, tetapi tidak hanya Nimbus yang bersirkulasi. Masih ada varian lain yang dipantau,” ujar Epidemiolog dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM dr. Citra Indriani, Kamis, 3 Juli 2025.

Mutasi pada virus SARS-CoV-2 merupakan hal yang wajar, sebagaimana karakteristik virus RNA pada umumnya. Virus ini terus mengalami mutasi, seperti halnya virus influenza.

Baca juga: Kongres ILC di Bali, Indonesia Target Eliminasi Kusta di 11 Daerah

Berdasarkan data global, tren varian NB.1.8.1 sempat meningkat signifikan pada April 2025. Namun kini sudah mulai menurun secara global.

“Jadi meskipun disebut-sebut cukup dominan, ini belum tergolong varian yang mengkhawatirkan dari sisi keparahan penyakit,” jelas dia.

WHO telah mengklasifikasikan varian virus dalam tiga kategori utama berdasarkan karakteristik genetik dan dampak terhadap kesehatan masyarakat. Meliputi Varian of Concern (VOC) atau varian yang perlu diwaspadai, Variant Under Monitoring (VUM) atau varian yang sedang dalam pemantauan, dan Variant of Interest (VOI) atau varian yang sedang diperhatikan.

Baca juga: BMKG Ingatkan Lagi, Cuaca Liburan Sekolah Masih Dinamis dan Ekstrem

“Varian Nimbus berada dalam kategori VUM karena peningkatan jumlah kasus yang terpantau di beberapa negara,” imbuh dia.

Waspada kelompok rentan

Adapun gejala infeksi varian Nimbus umumnya mirip dengan infeksi saluran pernapasan atas lainnya, seperti batuk dan pilek. Namun, salah satu ciri khas yang banyak dilaporkan adalah nyeri tenggorokan yang tajam.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Covid-19FK-KMK UGMvarian NimbusWHO

Editor

Next Post
Ilustrasi mimbar akademik. Foto lbragg1/pixabay.com.

KIKA Ingatkan SLAPP Ancaman Serius Kebebasan Akademik Saksi Ahli di Indonesia

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media