Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kucing Hutan, Kucing Lokal Indonesia Sebagai Pengendali Hama Alami

Kucing hutan asli Indonesia ini bukan hanya bagian dari keanekaragaman hayati, tetapi juga merupakan kekayaan genetik nasional yang penting dijaga.

Rabu, 13 Agustus 2025
A A
Kucing merah (Catopuma badia)endemik Kalimantan, salah satu spesies kucing hutan Indonesia yang dilindungi. Foto Jim Sanderson/Dok. IPB University.

Kucing merah (Catopuma badia)endemik Kalimantan, salah satu spesies kucing hutan Indonesia yang dilindungi. Foto Jim Sanderson/Dok. IPB University.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca juga: Teknologi ForeINTiFlood Ungkap Tiga Titik Rawan Jalur Masuk Rob di Pekalongan

Upaya pelestarian kucing lokal tidak bisa hanya dilakukan pemerintah atau lembaga riset. Perlu keterlibatan berbagai sektor, termasuk masyarakat umum.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah menggulirkan program konservasi bekerja sama dengan lembaga penelitian dan perguruan tinggi. Selain itu, organisasi nonprofit dan komunitas pencinta hewan juga turut berkontribusi dalam pelestarian kucing lokal.

Masyarakat dapat berperan aktif dalam pelestarian dengan cara melaporkan perburuan atau perdagangan ilegal, mendukung program konservasi, dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga keberadaan kucing liar tersebut.

“Keterlibatan bersama adalah kunci utama untuk menjaga kucing hutan asli Indonesia tetap lestari,” kata Tetty. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: kucing hutan Indonesiapengendali hama alamiSekolah Vokasi IPB University

Editor

Next Post
Aksi para aktvis lingkungan menolak projek GAIA. Foto Dok. Walhi.

Walhi Aceh Ingatkan Proyek GAIA Memperpanjang Penggunaan Bahan Bakar Fosil

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media