Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Lapisan Ozon Diklaim Berangsur Pulih, Aktivis: Waspada Regulasi Solusi Palsu

Protokol Montreal yang ditandatangani 35 tahun lalu diklaim mampu memulihkan lapisan ozon yang rusak. Sementara aktivis lingkungan mengingatkan regulasi dan kebijakan pemerintah yang berisi solusi palsu terkait pelestarian lingkungan.

Selasa, 20 September 2022
A A
Ilustrasi lapisan ozon. Foto TheDigitalArtist/pixabay.com

Ilustrasi lapisan ozon. Foto TheDigitalArtist/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Pemerintah Klaim Rehabilitasi 600 Ribu Ha Lahan Mangrove atasi Perubahan Iklim

Moko, panggilan akrabnya menjelaskan pemanasan global terjadi akibat berbagai penyebab. Salah satunya efek rumah kaca. Sumber emisi gas rumah kaca (GRK) terbesar di Indonesia berasal dari kebakaran hutan dan energi fosil untuk membangkitkan energi listrik.

Akibatnya, suhu bumi secara global menjadi tidak stabil. Dampaknya, gelombang panas melanda berbagai negara di belahan dunia.

“Dan suhu di Indonesia tidak kalah panasnya,” kata Moko, panggilan akrabnya. Contohnya seperti di Surabaya. Pada tahun atau bulan tertentu, Surabaya mengalami panas tertinggi, misalnya di tahun ini, antara pertengahan Mei Surabaya lagi panas-panasnya,” terang Moko.

Pemanasan global tidak hanya menyebabkan perubahan iklim, melainkan juga berdampak buruk terjadinya krisis iklim yang semakin dekat. Kondisi ini dapat ditelisik dari fenomena-fenomena alam yang terjadi di kawasan-kawasan tertentu, seperti pesisir yang kerap kali mengalami banjir rob.

Baca Juga: Hujan Es, Dampak Perubahan Iklim dan Membawa Polutan

“Sehingga, narasi ‘tenggelam’ ya mungkin terjadi. Meskipun hanya sementara pada periode tertentu, apabila dibiarkan tanpa mitigasi tertentu bisa terjadi terus-menerus. Bahkan permanen,” ujar Moko yang aktif dalam advokasi lingkungan mendampingi masyarakat.

Mitigasi Krisis Iklim

Mengatasi krisis iklim memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun, upaya ini masih bisa dilakukan dengan kolaborasi dan keseriusan dari berbagai pihak. Pada dasarnya, Indonesia telah berkomitmen untuk menurunkan penggunaan emisi hingga tahun 2030 nanti. Namun komitmen itu nampak tidak sejalan dengan realita lantaran Indonesia ternyata masih melancarkan pembangunan PLTU batu bara hingga tahun 2050.

Sejumlah pesan mitigasi dipaparkan Moko dalam diskusi tersebut. Pertama, menghentikan bantuan dana bagi proyek batu bara karena dana adalah aspek paling utama. Kedua, mendorong masyarakat untuk terus melakukan perlawanan dan penentangan upaya perusakan lingkungan, meskipun tidak mudah dilakukan. Ketiga, para pembuat regulasi tidak memberikan solusi palsu, karena akan mengorbankan generasi selanjutnya di masa depan. [WLC02]

Sumber: PPID Kementerian LHK, Unair

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: 350 Indonesiaaktivis lingkunganbahan perusak ozonCFCGRKHari Ozon SeduniaHCFCHFCKementerian LHKkrisis iklimlapisan ozonpemanasan globalperubahan iklimProtokol Montreal

Editor

Next Post
Dampak gerakan tanah di Bogor, warga swadaya membangun jalan darurat. Foto Dok BNPB.

Gerakan Tanah di Bogor, Warga Terdampak Bertambah dan 11 KK Bertahan Mengungsi

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media