Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gerakan Tanah di Bogor, Warga Terdampak Bertambah dan 11 KK Bertahan Mengungsi

Selasa, 20 September 2022
A A
Dampak gerakan tanah di Bogor, warga swadaya membangun jalan darurat. Foto Dok BNPB.

Dampak gerakan tanah di Bogor, warga swadaya membangun jalan darurat. Foto Dok BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kejadian gerakan tanah di Desa Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada pekan lalu, menambah catatan panjang bencana geologi berupa gerakan tanah di Bogor sejak 2011.

Rentetan gerakan tanah di Bogor tepatnya di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 14 September 2022, dilaporkan jumlah warga terdampak bertambah. Dan hingga memasuki pekan pertama sejak kejadian gerakan tanah di Desa Bojong Koneng, 11 kepala keluarga masih bertahan mengungsi.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan, jumlah warga terdampak gerakan tanah di Bogor bertambah menjadi 1.020 warga dari 278 kepala keluarga.

Data kerusakan dampak gerakan tanah di Desa Bojong Koneng, meliputi ratusan rumah warga.

Baca Juga: Gerakan Tanah di Desa Bojong Koneng, Ratusan Warga Terdampak Situasi Belum Kondusif

“Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bogor pada Selasa, 20 September 2022, pukul 10.20 WIB, sebanyak 246 unit rumah terdampak. Sedikitnya 9 unit rumah rusak berat dan 73 unit rumah rusak sedang. Satu unit fasilitas pendidikan dan musola juga terdampak. Ruas jalan Kampung Curug juga mengalami kerusakan sehingga tidak dapat dilewati semua jenis kendaraan,” ungkap Abdul Muhari pada Selasa, 20 September 2022.

Memasuki pekan pertama sejak kejadian gerakan tanah di Desa Bojong Koneng, terdapat 41 penduduk masih mengungsi.

“Sebelas kepala keluarga (berjumlah 41 jiwa) masih bertahan di pengungsian. Mengingat situasi saat ini masih belum kondusif dan masih terjadi pergerakan tanah di wilayah tersebut,” kata Muhari.

Baca Juga: Lapisan Ozon Diklaim Berangsur Pulih, Aktivis: Waspada Regulasi Solusi Palsu

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BNPBgerakan tanahgerakan tanah di Bogorgerakan tanah di Desa Bojong KonengKabupaten BogorKejadian gerakan tanah di Desa Bojong Koneng Kabupaten Bogor Jawa Barat pada 14 September 2022 menambah catatan panjang peristiwa gerakan tanah di Bogor sejak 2011Provinsi Jawa Barat

Editor

Next Post
Bertempat di tepi sungai Code, program KIBAR UGM diluncurkan pada Selasa, 20 September 2022. Foto ugm.ac.id.

Di Tepi Sungai Code, Wakil Rektor Luncurkan Program KIBAR UGM

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media