Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Literasi Kebencanaan Melalui Seni dan Budaya di Bukittinggi

Senin, 16 Mei 2022
A A
Tari Piring Rancah Poncah dalam pagelaran Budaya Sadar Bencana yang digelar BNPB di Alun-Alun Jam Gadang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Sabtu malam, 14 Mei 2022. Foto BNPB

Tari Piring Rancah Poncah dalam pagelaran Budaya Sadar Bencana yang digelar BNPB di Alun-Alun Jam Gadang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Sabtu malam, 14 Mei 2022. Foto BNPB

Share on FacebookShare on Twitter

Kegiatan itu dihadiri Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Wali Kota Bukittinggi Erman Safar, jajaran pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Kota Bukittinggi.

Suharyanto mengatakan bahwa pentas seni dan budaya sudah selayaknya digelar di tengah masyarakat Sumatera Barat, khususnya Kota Bukittinggi. Selain dapat menambah literasi mitigasi bencana, bentuk penyampaian edukasi lewat seni dan budaya ini sekaligus mampu mempererat kebersamaan serta melestarikan kebudayaan

“Bencana bisa dikurangi apabila kita kuat dalam aspek pencegahan. Karena kalau sudah tanggap darurat mengatasinya itu tidak mudah,” ujar Suharyanto.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, penyampaian literasi kebencanaan melalui kearifan lokal dan budaya adat setempat menjadi inspirasi seluruh pihak. Dia berharap semoga hal itu kemudian dapat ditularkan kepada daerah lain di Sumatera Barat sehingga dapat terbebas dari bencana.

Wali Kota Bukittinggi Erman Safar berterima kasih kepada BNPB yang telah memfasilitasi pagelaran Budaya Sadar Bencana di Alun-Alun Jam Gadang. Erman mengakui bahwa literasi kebencanaan masih memang belum banyak diajarkan kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Baca Juga: Banjir Kembali Melanda Kabupaten Mamuju Tengah

“Terima kasih kepada BNPB yang telah memfasilitasi terselenggaranya Budaya Sada Bencana di Kota Bukittinggi. Kami menyadari masih ada yang belum paham tentang bagaimana dan apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana. Kami minta dimuatkan dalam kurikulum tambahan, disisipkan dalam sesi pelajaran di Kota Bukittinggi, bagaimana anak-anak ini menjadi sadar bencana dan menjadi mentor ketika terjadi bencana,” kata Erman.

Budaya Sadar Bencana merupakan kegiatan penguatan literasi kebencanaan oleh BNPB yang sebelumnya juga telah dilaksanakan di beberapa lokasi di Tanah Air dengan menggali potensi dan kearifan lokal di tiap-tiap wilayah.

Pada tahun 2022, Budaya Sadar Bencana dihelat di Kota Bukittinggi dan juga akan digelar di wilayah Nusa Tenggara Timur. [WLC01]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bencanaBNPBbudaya sadar bencanaKota Bukittinggiliterasi kebencanaanmitigasi bencanaProvinsi Sumatera Baratseni pertunjukan

Editor

Next Post
Salah satu rumah warga terdampak banjir di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Senin, 16 Mei 2022. Foto Dok BNPB

Hujan dan Sungai Melimpas Sebabkan Kota Pekalongan Banjir

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media