Wanaloka.com – Hingga hari ketiga, Senin, 26 Januari 2026, bencana longsor di Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, jumlah korban tewas yang ditemukan Tim SAR mencapai 17 orang. Dari jumlah tersebut, Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengindentifikasi 11 jenazah dan 6 lainnya masih dalam proses identifikasi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, proses identifikasi dapat dilakukan lebih cepat apabila kondisi jenazah dalam keadaan utuh dan memiliki identitas pendukung. Untuk jenazah berupa potongan tubuh tertentu, diperlukan waktu lebih lama untuk proses pencocokan data ante mortem.
“Pagi ini, proses pencarian kembali dilanjutkan dengan fokus titik pencarian yang sebelumnya sudah dipetakan melalui gambar yang diolah melalui drone,” jelas Muhari dalam siaran tertulis, Senin, 26 Januari 2026.
Warga di lokasi rawan akan direlokasi
Menko PMK Pratikno mengatakan pemerintah saat ini memprioritaskan penyelamatan jiwa serta perlindungan pengungsi sebagai bagian penanganan terpadu lintas kementerian dan lembaga. Operasi SAR dilakukan 24 jam nonstop karena masih ada puluhan warga yang dalam pencarian, bersamaan dengan perlindungan pengungsi dan pencegahan bencana susulan.
Baca juga: Banjir Bandang Kepung Lereng Gunung Slamet, Empat Kabupaten Terdampak
Sejalan dengan upaya pencarian dan pertolongan, perlindungan dan pelayanan bagi para pengungsi juga menjadi perhatian utama pemerintah. Pemerintah mengerahkan lima klaster utama yang bekerja secara terkoordinasi di lapangan, yaitu klaster SAR, kesehatan, logistik, perlindungan dan pengungsian, dan pemulihan.
Klaster SAR yang dipimpin Basarnas bersama TNI, Polri, BNPB, dan BPBD. Dalam operasi ini sudah mengerahkan lebih dari 250 personel serta alat berat untuk mempercepat proses pencarian.






Discussion about this post