“Operasi SAR didukung unsur udara dengan drone serta unsur darat. Operasi dilakukan bertahap demi keselamatan seluruh tim,” jelas Kepala Basarnas Mohammad Syafii.
Klaster kesehatan menyediakan pos kesehatan lapangan dengan layanan 24 jam, ambulans siaga, mekanisme rujukan bagi korban kritis, serta layanan kesehatan jiwa dan trauma healing bagi para penyintas. Untuk pos kesehatan sudah melayani para warga yang hendak memeriksa kesehatannya, pos ini berada di halaman Kantor Desa Pasirlangu.
Klaster logistik memastikan kebutuhan permakanan, sembako, selimut, dan hygine kit. Klaster pengungsian dan perlindungan melibatkan pemerintah provinsi dan kabupaten dalam memberikan pendampingan kepada keluarga korban terdampak. Terakhir, klaster pemulihan untuk membangun kembali kehidupan warga termasuk opsi relokasi ke tempat yang lebih aman.
Baca juga: Longsor Terjang Bandung Barat, Delapan Tewas dan 82 Orang dalam Pencarian
Data sementara terkait pengungsi yang berada di Kantor Desa Pasirlangu per Minggu, 25 Januari 2026, pukul 14.00 WIB berjumlah 232 jiwa dengan rincian gor desa 141 jiwa dan aula desa 8 jiwa.
Ada tiga skema yang disiapkan bagi para pengungsi. Pertama, warga akan dibuatkan hunian sementara (huntara). Kedua, warga terdampak tinggal di rumah saudara dengan menggunakan Dana Tunggu Hunian (DTH). Ketiga, opsi relokasi ke tempat yang lebih aman.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menjelaskan, penentuan lokasi juga akan melibatkan Badan Geologi supaya lebih aman. Masyarakat yang tidak terkena dampak, tapi lokasinya masih rawan, akan ditindaklanjuti walaupun saat tidak terkena longsor.
“Itupun harus direlokasi,” jelas Suharyanto. [WLC02]






Discussion about this post