Kamis, 16 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Longsor Terjang Bandung Barat, Delapan Tewas dan 82 Orang dalam Pencarian

Sabtu, 24 Januari 2026
A A
Lokasi longsor di Bandung Barat, 24 Januari 2026. Foto BPBD Bandung Barat.

Lokasi longsor di Bandung Barat, 24 Januari 2026. Foto BPBD Bandung Barat.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Tanah longsor melanda Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu, 24 Januari 2026 dini hari. Hingga pukul 10.30 WIB, delapan orang ditemukan tewas dan 82 orang masih dalam proses pencarian.

Peristiwa longsor dipicu hujan intensitas tinggi yang terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di Kampung Babakan Cibudah, Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua. Material longsoran menimbun permukiman warga. Ada sekitar 34 kepala keluarga atau 113 jiwa yang terdampak. Sementara jumlah rumah terdampak masih dalam pendataan petugas di lapangan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat telah melakukan kaji cepat dan asesmen awal di lokasi kejadian serta melaksanakan upaya penanganan darurat dan pencarian korban.

Bupati Bandung Barat menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem dan Tanah Longsor melalui Surat Keputusan Nomor 100.3.3.2/Kep.359-BPBD/2025 yang berlaku sejak 1 Oktober 2025 hingga 30 April 2026. Sementara Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.626-BPBD/2025 yang berlaku mulai 15 September 2025 hingga 30 April 2026.

Baca juga: Jangan Hanya Cabut Izin, Walhi Desak 28 Perusahaan Pulihkan Lingkungan Sumatra

Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama lintas instansi gabungan masih melakukan pendataan lanjutan dan pemantauan di lokasi terdampak. Termasuk proses pencarian korban serta penilaian kebutuhan darurat.

OMC di DKI Jakarta dan Jawa Barat

Merespon peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Provinsi Daerah Khusus Jakarta dan Jawa Barat yang dikeluarkan BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC). Operasi mitigasi risiko bencana hidrometeorologi basah ini dilaksanakan terpadu dengan kerja sama lintas lembaga yaitu dengan BMKG, BPBD DKI Jakarta, BPBD Jawa Barat, dan TNI Angkatan Udara.

Operasi modifikasi cuaca merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto guna mereduksi curah hujan tinggi yang diperkirakan mengguyur wilayah Jawa Barat dan Jakarta pada periode dasarian kedua dan ketiga Januari 2026.

Operasi modifikasi cuaca area Jakarta dan Jawa Barat telah dilaksanakan sejak 12 Januari 2026 dengan mengerahkan dua unit pesawat. Yakni Cessna Carravan PK-JVH dan BPBD DKI Jakarta mengerahkan CASA 212 A-2105 yang beroperasi dari Lanud Halim Perdanakusuma.

Baca juga: Arzyana Sunkar, Peran Perempuan dalam Gerakan Konservasi Berkelanjutan Tak Diakui

Untuk mengoptimalkan pengendalian curah hujan, sejak 23 Januari 2026, BNPB melakukan penebalan dukungan armada udara dengan penambahan tiga unit pesawat Carravan yaitu PK-YNA, PK-SNG, dan PK-SNK. Khusus PK-SNK, operasi dilaksanakan dari Lanud Hussein Sastranegara di Bandung untuk mengatasi wilayah hulu.

Per Jumat, 23 Januari 2026, total penerbangan lima armada pesawat sebanyak 70 sorti dengan bahan semai yang telah ditaburkan sebanyak 43,8 ton Natrium Klorida (NaCl) dan 20,6 ton Kalsium Oksida (CaO). Operasi ini dapat diperluas ke wilayah Provinsi Banten apabila terjadi peningkatan potensi cuaca ekstrem.

OMC Sumatra dan Jawa Tengah

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Bencana LongsorBNPBCuaca EkstremKabupaten Bandung BaratLongsor CisaruaOMC

Editor

Next Post
Warga menganggap air dari sinkhole di Sumatra Barat berkhasiat. Foto @pembasmii.kehaluan/instagram.

Kemunculan Sinkhole Menjadi Alarm Kegagalan Pengelolaan Tanah dan Air

Discussion about this post

TERKINI

  • Tanah longsor di Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Mei 2026. Foto BPBDKabupaten Bogor.Pulau Jawa Hadapi Tekanan Ekologis, Negara Harus Hentikan Perampasan Ruang Hidup
    In News
    Kamis, 16 Juli 2026
  • Ilustrasi bocah minum air karena kepanasan. Foto Pezibear/Pixabay.com.Kesadaran Masyarakat atas Heatstroke dan Heat Stress Rendah, Ini Alasannya
    In IPTEK
    Jumat, 10 Juli 2026
  • Ilustrasi orang mengalami heatstroke. Foto Cloud Purple/Pixabay.com.Alarm Dua Kematian Bulan Juni, Heatstroke dan Heat Stress Belum Jadi Perhatian 
    In IPTEK
    Kamis, 9 Juli 2026
  • Ilustrasi tanaman sorgum. Foto RJA1988/Pixabay.com.Kerentanan Pangan Akibat El Nino dan Kemarau Panjang 2026: Kekeringan hingga Ancaman Hama
    In IPTEK
    Senin, 29 Juni 2026
  • Penambangan nikel. Foto djkn.kemenkeu.go.id.Walhi: Kemiskinan Indonesia Naik Akibat Ekonomi Dibangun di Atas Kerusakan Lingkungan
    In News
    Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media