Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mahasiswa KKN UGM Transplantasi Terumbu Karang di Bunaken dengan Batok Kelapa

Luas area terumbu karang di Taman Nasional Bunaken yang rusak 30 persen dari total luasan sekitar 6000 hektare.

Minggu, 11 Agustus 2024
A A
Mahasiswa KKN UGM melakukan transpalantasi terumbu karang di Bunaken dengan metode bio riftek. Foto UGM.

Mahasiswa KKN UGM melakukan transpalantasi terumbu karang di Bunaken dengan metode bio riftek. Foto UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

“Acropora ini yang punya daya tahan terhadap kondisi di alam cukup bagus ya, kemudian pertumbuhannya per tahun itu 1 sampai 3 cm. Sebanyak 95 persen yang kami pasang ini berhasil,” papar dia.

Perwakilan mahasiswa KKN PPM UGM dari Kormater Agro, Kharisma Pundhi Rukmana mengatakan pemasangan 550 media transplantasi terumbu karang tersebt bekerja sama dengan pengelola Taman Nasional Bunaken selama kegiatan KKN.

Baca Juga: Anak Banteng Jantan Lahir di Taman Nasional Baluran

Meski dari pihak Balai Taman Nasional menggunakan metode spider, ia mencoba menggunakan model transplantasi terumbu karang dengan cara bio riftek. Dimana pelestarian terumbu karang menggunakan bahan alami, yaitu batok kelapa yang disusun secara bertingkat dengan menggunakan besi yang ditanam pada beton berbentuk persegi.

Ide ini muncul berawal saat pekan pertama melaksanakan KKN di Bunaken. Ia dan tim melakukan observasi ke seluruh pulau dan melihat potensi limbah batok kelapa yang cukup melimpah.

Baca Juga: Industri Batu Bara Sumatera Harus Beradaptasi Transisi Energi Berkelanjutan

“Jadi melihat potensi tersebut, kami coba berdayakan juga dengan masyarakat membuat bioriftek karena batok kelapa mudah didapat terus juga pengaplikasiannya mudah,” kata dia.

Pundi berharap apabila metode ini berhasil dikembangkan di Bunaken, masyarakat dapat mengembangkan sendiri karena sumber daya yang cukup banyak. Mekanismenya, bioriefteknya ditenggelamkan di dasar laut. Kemudian akan menarik substrat-substrat terumbu karang yang baru. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Balai Taman Nasional Bunakenbatok kelapaKKN PPM UGMmetode bio riftekmetode spidertransplantasi terumbu karang

Editor

Next Post
Indonesia diprediksi alami peningkatan jumlah hari tanpa hujan berturut-turut dalam satu tahun. Foto BRIN.

Indonesia Diperkirakan Alami Peningkatan Jumlah Hari Tanpa Hujan dalam Setahun

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media