Rabu, 30 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Maikel Primus, Lestarikan Lingkungan Hidup di Papua yang Berkelanjutan

Di tengah peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Direktur Eksekutif Walhi Papua, Maikel Primus Peuki suarakan keprihatinan mendalam atas ancaman deforestasi dan investasi asing yang mengancam keberlangsungan lingkungan hidup di Tanah Papua.

Jumat, 7 Juni 2024
A A
Direktur Eksekutif Walhi Papua, Maikel Primus Peuki. Foto Instagram Walhi Papua.

Direktur Eksekutif Walhi Papua, Maikel Primus Peuki. Foto Instagram Walhi Papua.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dihormati secara global, kami dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Papua dengan rendah hati mempersembahkan suara kami tentang pelestarian lingkungan hidup yang menjadi kebutuhan mendesak di Tanah Papua.

Tanah Papua, dengan kekayaan alamnya yang tak ternilai, merupakan penjaga keanekaragaman hayati global. Papua menonjol sebagai jantung kekayaan alam, warisan budaya yang berharga, dan rumah bagi sejumlah besar kehidupan. Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi panggung untuk menghormati keajaiban alam ini dan mengingatkan akan tanggung jawab kita dalam menjaga dan melindunginya.

Kami di Tanah Papua bangga menjadi bagian dari gerakan global untuk melindungi planet ini. Dengan semangat kerjasama dan tekad kuat, kita dapat menjaga keindahan alam ini untuk generasi-generasi mendatang.

Baca Juga: Gempa Dangkal Guncang Jayapura, Lindu Dalam Goyang Kepulauan Selayar

Ancaman Kerusakan Lingkungan

Namun di tengah peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, ada keprihatinan mendalam akan ancaman deforestasi dan investasi asing yang mengancam keberlangsungan lingkungan hidup di Tanah Papua. Tanah Papua, dengan hutan-hutan primernya yang menakjubkan dan keanekaragaman hayati yang melimpah, kini berada di titik rawan.

Eksploitasi sumber daya yang tidak berkelanjutan, deforestasi yang mengkhawatirkan, dan dampak perubahan iklim semakin mengancam ekosistem yang rapuh ini. Investasi asing yang tidak terkendali, terutama dari sektor pertambangan dan perkebunan, mengancam untuk merusak lingkungan.

Walhi Papua menekankan perlu tindakan segera dari semua pihak terkait. Pemerintah harus meningkatkan pengawasan terhadap investasi asing yang tidak berkelanjutan dan memastikan bahwa proyek-proyek ini tidak merugikan lingkungan dan masyarakat adat Papua. Perusahaan-perusahaan yang melakukan praktik deforestasi ilegal harus dihentikan dan dihukum sesuai hukum yang berlaku.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Hari Lingkungan Hidup SeduniaMaikel Primus PeukiTanah PapuaWalhi Papua

Editor

Next Post
Salah satu reklamasi pulau di Teluk Jakarta, 22 Maret 2024. Foto Pito Agustin/Wanaloka.com

Hari Laut Sedunia, Walhi dan Masyarakat Pesisir Serukan Laut untuk Rakyat Bukan Korporasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media