Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gempa Dangkal Guncang Jayapura, Lindu Dalam Goyang Kepulauan Selayar

Jumat, 7 Juni 2024
A A
Pusat gempa dangkal Jayapura, Papua magnitudo 5,1 dan episenter gempa dalam Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Foto kolase Google Earth berdasarkan koordinat BMKG.

Pusat gempa dangkal Jayapura, Papua magnitudo 5,1 dan episenter gempa dalam Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Foto kolase Google Earth berdasarkan koordinat BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Hari ini, Jumat, 7 Juni 2024, Jayapura dan Kepulauan Selayar di Sulawesi Selatan, dilanda gempa bumi. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gempa di wilayah Jayapura, Papua merupakan jenis gempa dangkal. Sedangkan gempa bumi yang menggoyang wilayah Kepulauan Selayar, merupakan jenis lindu dalam.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono menyebutkan, pukul 01.57 WIB, wilayah Laut Flores diguncang gempa tektonik 5,3 magnitudo. Hasil analisis BMKG, menunjukkan gempa ini memiliki parameter update 5,0 magnitudo.

Episenter gempa terletak pada koordinat 7,31 derajat Lintang Selatan, 121,02 derajat Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut 127 kilometer tenggara Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, pada kedalaman 538 kilometer.

Baca Juga: Iklim Genting, Perempuan Petani Kulon Progo Pontang Panting (Bagian 1)

“Jenis dan mekanisme gempa bumi, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dalam akibat adanya deformasi batuan akibat mekanisme slab pull pada Lempeng Indo-Australia yang tersubduksi di bawah Laut Flores. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar turun (oblique normal),” jelas Daryono.

Berdasarkan estimasi peta guncangan atau shakemap, lindu dalam mengguncang di daerah Kepulauan Selayar dirasakan dengan skala intensitas III hingga IV MMI (Modified Mercalli Intensity), yakni bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami,” ungkap Daryono.

Baca Juga: Aktivitas 7 Gunung Api Meningkat, Badan Geologi Pastikan Tak Saling Berhubungan

Dari hasil monitoring BMKG hingga pukul 02.15 WIB, belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan atau aftershock.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Gempa dangkal Jayapuragempa Papuagempa Sulawesi SelatanLindu Dalam Kepulauan Selayar

Editor

Next Post
Direktur Eksekutif Walhi Papua, Maikel Primus Peuki. Foto Instagram Walhi Papua.

Maikel Primus, Lestarikan Lingkungan Hidup di Papua yang Berkelanjutan

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media