Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mantan Bupati Banyumas Sukses Kelola Sampah karena TPA Ditutup Warga

Kabupaten Banyumas menjadi salah satu kabupaten terbaik dalam pengelolaan sampah, karena persentase sampah yang dibuang ke TPA hanya 9 persen.

Rabu, 16 Oktober 2024
A A
Ilustrasi pemilahan sampah. Foto itb.ac.id.

Ilustrasi pemilahan sampah. Foto itb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Yuris mengubah sampah rumah tangga menjadi bahan baku material industri, terutama fokus pada potensi sampah plastik sebagai bahan bangunan yang kokoh dan berkelanjutan.

Baca Juga: Ada Kampus Geologi Luk Ulo di Kawasan Cagar Alam Karangsambung

“Proses pengolahan sampah di sini kompleks sekali karena masyarakat enggan memilah sampah dengan baik,” jelas dia.

Melalui PT Daur Ulang Indonesia yang didirikannya, Yuris bekerja sama dengan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di berbagai wilayah untuk mengumpulkan dan memilah sampah. Nantinya disagregasi dalam alat mekanik untuk mendapatkan bahan baku yang dibutuhkan dalam membuat material industri.

“Kebanyakan sampah plastik. Kami cacah, dilelehkan, kemudian dicetak menjadi balok atau papan yang bisa digunakan untuk pengganti kayu,” ucap alumni Teknik Arsitektur ini.

Baca Juga: Penetapan BSD Menjadi KEK Berpotensi Korbankan Ruang Hidup Warga

Dosen Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik UGM, Wiratni berujar bahwa permasalahan sampah di Indonesia bersifat multidimensional, sehingga membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak untuk mengatasinya. Tentu bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, namun seluruh anggota masyarakat juga memiliki kewajiban yang sama.

“Bahkan gerakan masyarakat dari lingkungan terkecil pun dapat menjadi solusi dalam menangani masalah tata kelola sampah,” kata dia. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Fakultas Teknik UGMKabupaten Banyumaspengelolaan sampahTPATPS3R

Editor

Next Post
Pohon gaharu. Foto Dok. SITH ITB.

Mengatasi Kelangkaan Gaharu Alam Lewat Gaharu Budidaya

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media