Senin, 28 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mantan Bupati Banyumas Sukses Kelola Sampah karena TPA Ditutup Warga

Kabupaten Banyumas menjadi salah satu kabupaten terbaik dalam pengelolaan sampah, karena persentase sampah yang dibuang ke TPA hanya 9 persen.

Rabu, 16 Oktober 2024
A A
Ilustrasi pemilahan sampah. Foto itb.ac.id.

Ilustrasi pemilahan sampah. Foto itb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Mantan Bupati Banyumas, Jawa Tengah, Achmad Husein berbagi kisah kesuksesan mengelola sampah di sana. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menjadi salah satu kabupaten terbaik dalam pengelolaan sampah. Persentase sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) hanya 9 persen.

“Jujur saja, sebetulnya lahirnya inovasi pengelolaan sampah di Banyumas karena TPA yang dikelola pemda ditutup warga,” ucap Achmad dalam talkshow yang bertajuk Building Sustainable Ecosystem for Future Generation di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada, Senin, 14 Oktober 2024. Kegiatan itu sekaligus memperingati Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia 2024.

Achmad bercerita, pengelolaan sampah di Banyumas berhasil karena ada jaminan dari Pemerintah Banyumas sebagai off-taker dari produk turunan sampah yang dihasilkan masyarakat. Pengelolaan sampah dilakukan dari hulu ke hilir melibatkan masyarakat untuk ikut memilih sampah dan menjualnya ke pemkab melalui aplikasi Sampah Online Banyumas (Salinmas) dan Ojeke Inyong (Jeknyong).

Baca Juga: SK PPTKH Beri Kepastian Hukum Status Lahan Warga 10 Kabupaten di Jawa Barat

“Sampah itu tergantung persepsi. Kalau saya meyakinkan masyarakat, sampah ini raw material yang diberikan sentuhan teknologi akan menjadi revenue,” tutur dia.

Ia percaya teknologi daur ulang sampah yang canggih bisa menghasilkan produk yang memiliki nilai guna. Sampah plastik terpilah akhirnya habis karena diolah dan menghasilkan Refuse Derived Fuel (RDF), paving, genting, dan juga batu bata.

Sedangkan sampah organik diolah menjadi maggot dan pupuk kompos. Achmad mengaku bangga dengan pengelolaan sampah yang dilakukan secara mandiri melalui basis Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

Baca Juga: Pengelolaan Taman Nasional Mamberamo Foja Diminta Libatkan Masyarakat Adat

“Omset KSM ini nominalnya lumayan. Asalnya ya dari iuran pelanggan dan penjualan produk hasil pengolahan sampah termasuk rongsok,” kata dia.

Alumnus Fakultas Teknik UGM, Yuris Sarifudin juga turut berbagi pengalaman mengatasi masalah pengolahan sampah di Yogyakarta. Keprihatinan Yuris berawal dari ribuan ton sampah yang diproduksi setiap hari di Yogyakarta, tetapi pengolahannya belum optimal.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Fakultas Teknik UGMKabupaten Banyumaspengelolaan sampahTPATPS3R

Editor

Next Post
Pohon gaharu. Foto Dok. SITH ITB.

Mengatasi Kelangkaan Gaharu Alam Lewat Gaharu Budidaya

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media